Medan Terapkan QRESTO untuk Digitalisasi Pajak Restoran
Medan — Pemerintah Kota Medan mendorong penerapan QRESTO sebagai sistem pembayaran pajak restoran yang modern, transparan, dan terdigitalisasi. Pengumuman itu disampaikan saat Sosialisasi Sistem Pembayaran QRESTO dan High Level Meeting TP2DD pada Kamis, 9 Juli, di Hotel Aryaduta Medan. Langkah ini bertujuan mempermudah pelaku usaha restoran dan kafe sekaligus meminimalisir kebocoran pajak daerah.
Apa itu QRESTO dan tujuan implementasi
QRESTO atau Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization adalah mekanisme split payment yang memisahkan secara otomatis porsi pajak dari omzet setiap transaksi. Sistem ini dirancang agar alur pembayaran lebih jelas, mudah diawasi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara digital.
Wali Kota Medan, Rico Waas, menekankan bahwa kemajuan estetika dan manajemen restoran harus diimbangi tata kelola pembayaran pajak yang profesional.
Kalau bangun restoran sudah menggunakan arsitek, desainer interior, hingga manajemen yang profesional, maka sistem pembayarannya pun harus profesional.
Peserta sosialisasi dan target penerapan
Sosialisasi dihadiri pejabat daerah, perwakilan perbankan, dan pelaku usaha restoran serta kafe. Kepala Bapenda Kota Medan melaporkan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebagai berikut.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Wajib pajak non grup | 65 |
| Wajib pajak grup | 35 |
| Penerima manfaat | 459 |
Hingga saat ini, Pemko menargetkan QRESTO menjadi sistem terintegrasi penuh untuk pembayaran pajak restoran di Kota Medan. Jika tercapai, kota ini akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan pajak digital.
Dukungan pemerintah, bank, dan Bank Indonesia
Kegiatan dihadiri Wakil Wali Kota, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, serta jajaran PT Bank Sumut. Para pihak ini memberikan dukungan teknis dan operasional untuk implementasi QRESTO, termasuk integrasi dengan QRIS dan infrastruktur perbankan.
Implementasi QRESTO adalah solusi digital untuk mempermudah administrasi usaha sekaligus mendorong kemandirian keuangan daerah.
Mekanisme, pendampingan, dan respons pelaku usaha
Project Manager Digital Banking Bank Sumut memaparkan mekanisme penggunaan sistem berbasis split payment. Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah menjelaskan tahapan implementasi dan program pendampingan bagi pelaku usaha.
Dalam sesi diskusi, pelaku usaha menanyakan proses integrasi dengan sistem pembayaran yang sudah berjalan, mekanisme pelaporan, dan manfaat praktis yang dapat meningkatkan kepatuhan perpajakan.
Implikasi dan langkah ke depan
Penerapan QRESTO diharapkan meningkatkan transparansi, menumbuhkan kepercayaan konsumen dan investor, serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selanjutnya, pemerintah kota akan melanjutkan uji coba, sosialisasi lebih luas, dan kerja sama teknis dengan perbankan untuk mempercepat adopsi sistem.
Langkah ini menempatkan Medan pada posisi strategis dalam percepatan digitalisasi transaksi daerah dan reformasi pengelolaan pajak daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR Dukung PRSU 50 Masuk Kalender Event Nasional
Komisi VII DPR RI mendukung PRSU ke-50 agar masuk kalender event nasional untuk memperkuat promosi budaya, p...
DLH Padanglawas Ubah Sampah Jadi Batako dan Pupuk
DLH Padanglawas menggunakan mesin pengolahan sampah di TPST Nagargar untuk menghasilkan batako dan pupuk dar...
Telkomsel Umumkan 6 Pemenang Beasiswa TEY, Lolos ke Perguruan Negeri
Telkomsel mengumumkan enam pemenang beasiswa TEY pada 9 Juli 2026; program mendukung siswa SMA berprestasi m...
Imigrasi Tetapkan Keude Geudong sebagai Gampong Binaan untuk Cegah TPPO
Imigrasi Lhokseumawe menetapkan Gampong Keude Geudong sebagai Gampong Binaan untuk memperkuat pengawasan dan...
Angin Kencang Rusak Toko dan Rumah di Samudera, Aceh Utara
Angin kencang 8 Juli merusak atap beberapa toko dan rumah di Gampong Keude Geudong, Kecamatan Samudera; tida...
Revitalisasi Sekolah di Aceh Selatan Diduga Dipihakketigakan
Sejumlah sekolah penerima revitalisasi di Aceh Selatan diduga menyerahkan pekerjaan ke pihak ketiga dan dija...