DLH Padanglawas Ubah Sampah Jadi Batako dan Pupuk
Padanglawas — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Padanglawas memanfaatkan hasil pengolahan sampah sebagai bahan baku produk bernilai ekonomi. Pengoperasian mesin pengolahan senilai Rp2 miliar di TPST Nagargar, Desa Surodingin, Lubuk Barumun, aktif sejak beberapa waktu lalu dan mampu mengurai sampah rumah tangga antara 14–16 ton per hari.
Kapasitas dan operasional TPST
Plt Kepala DLH, Mhd. Khaidir Harahap, ST, menjelaskan mesin pengolahan dapat beroperasi hingga 16 jam sehari. Operasi terbagi dalam dua shift dengan tenaga kerja sebanyak 18 orang. Tenaga kerja bertugas memilah sampah organik dan anorganik sebelum diproses.
Proses pengolahan dan produk akhir
Setelah pemilahan, sampah anorganik yang aman dibakar dan sisa pembakaran menghasilkan residu akhir sekitar 1 meter kubik per hari. Residu tersebut diolah menjadi campuran bahan untuk pembuatan batako.
- Perkiraan produksi: sekitar 100 biji batako dari residu pembakaran per hari.
- Sampah organik diolah menjadi pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Prosedur pemilahan dan keselamatan
Petugas memilah sampah secara manual untuk memisahkan bahan berisiko sebelum masuk ke mesin pembakaran, seperti botol obat-obatan dan bahan berbahaya lainnya. Langkah ini mencegah kerusakan mesin dan menjamin proses pengolahan berjalan aman.
Dampak bagi kebersihan dan potensi wilayah
Padanglawas terdiri dari 303 desa ditambah satu kelurahan dalam 17 kecamatan, dengan jumlah penduduk sekitar 280.000 jiwa. Jika setiap jiwa menghasilkan rata-rata 0,7 kilogram sampah per hari, kabupaten ini berpotensi menghasilkan ratusan ton sampah setiap hari.
Dengan pengelolaan yang dimaksimalkan, DLH menilai Kabupaten Padanglawas dapat menjadi wilayah yang lebih bersih dan sehat. Program ini juga membuka peluang ekonomi dari pemanfaatan limbah.
"Tano Adat Digomgom Ibadat, Luruskan Niat Terus Bermanfaat"
Slogan tersebut disampaikan sebagai pengingat komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan program pengelolaan sampah tidak sekadar solusi lingkungan, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
DPR Dukung PRSU 50 Masuk Kalender Event Nasional
Komisi VII DPR RI mendukung PRSU ke-50 agar masuk kalender event nasional untuk memperkuat promosi budaya, p...
Telkomsel Umumkan 6 Pemenang Beasiswa TEY, Lolos ke Perguruan Negeri
Telkomsel mengumumkan enam pemenang beasiswa TEY pada 9 Juli 2026; program mendukung siswa SMA berprestasi m...
Medan Terapkan QRESTO untuk Digitalisasi Pajak Restoran
Pemko Medan luncurkan QRESTO untuk memisahkan pajak otomatis pada tiap transaksi restoran, tingkatkan transp...
Imigrasi Tetapkan Keude Geudong sebagai Gampong Binaan untuk Cegah TPPO
Imigrasi Lhokseumawe menetapkan Gampong Keude Geudong sebagai Gampong Binaan untuk memperkuat pengawasan dan...
Angin Kencang Rusak Toko dan Rumah di Samudera, Aceh Utara
Angin kencang 8 Juli merusak atap beberapa toko dan rumah di Gampong Keude Geudong, Kecamatan Samudera; tida...
Revitalisasi Sekolah di Aceh Selatan Diduga Dipihakketigakan
Sejumlah sekolah penerima revitalisasi di Aceh Selatan diduga menyerahkan pekerjaan ke pihak ketiga dan dija...