Menteri Ara Targetkan Akad Rusun Subsidi Meikarta Mulai 2026
Pemerintah menargetkan proses akad pembelian rusun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dimulai pada 2026. Pernyataan itu disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait saat jumpa pers di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026. Akad menjadi tahap pertama bagi masyarakat untuk memesan dan membeli unit. Tujuan utama adalah memenuhi kebutuhan hunian bagi pekerja berpenghasilan rendah di sekitar kawasan industri Meikarta.
Target akad dan maknanya
Menteri Maruarar menyebut akad berarti masyarakat sudah bisa melakukan pemesanan dan pembayaran untuk rusun subsidi. Proses ini menjadi pintu masuk bagi distribusi unit secara resmi. Menurutnya, persiapan administratif dan teknis dipercepat agar akad bisa dimulai tahun depan.
"Karena kita berencana di tahun ini sudah dimulai ada akad. Akad itu artinya rakyat sudah bisa memesan, sudah bisa mulai membeli daripada rumah susun subsidi yang ada di Meikarta,"
Skala proyek dan lokasi
Proyek rusun subsidi ini disiapkan dalam skala besar. Pemerintah mempersiapkan 141 ribu unit yang akan dibangun secara bertahap. Lokasi tersebar di tiga titik dengan luas lahan total sekitar 30 hektare, yang dihibahkan oleh pihak swasta, Lippo Group.
- Jumlah unit: 141.000 (bertahap)
- Luas lahan: ~30 hektare
- Pengembang lahan: Lippo Group (hibah)
Progres pembangunan dan jadwal
Pembangunan proyek sudah dimulai melalui groundbreaking pada 8 Maret 2026. Menteri mengatakan progres di lapangan menunjukkan kemajuan signifikan dan akan dievaluasi lagi pada Juni. Pemerintah menargetkan penyelesaian bertahap hingga Agustus 2028.
"Mungkin di bulan Juni ini, untuk melihat progresnya, sudah cukup banyak progresnya,"
Dampak bagi pekerja industri
Pemerintah berharap rusun subsidi dapat meringankan kebutuhan hunian pekerja di kawasan industri sekitar Meikarta. Ketersediaan hunian yang terjangkau penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di daerah itu. Dengan banyaknya unit, diharapkan sejumlah besar buruh dapat menempati hunian dekat tempat kerja.
Proyek ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mempersempit kesenjangan akses perumahan bagi pekerja industri. Keberhasilan pelaksanaan akad dan konstruksi akan menentukan percepatan distribusi unit pada tahun-tahun mendatang.
Berita Terkait
Misi Dagang ke Tiongkok Bukukan Potensi Transaksi Rp1,55 Triliun
Misi dagang Indonesia di SIAL Shanghai 18–20 Mei 2026 membuka potensi transaksi USD88,48 juta (sekitar Rp1,5...
IHSG Ditutup Menguat 1,1% ke 6.162 pada 22 Mei 2026
IHSG ditutup menguat 1,1% ke 6.162,04 pada 22 Mei 2026; nilai transaksi Rp20,01 triliun dan sentimen global...
UMKM Kunci Pertumbuhan Ekonomi 2027, Ekonom UI Paparkan RAPBN
Ekonom UI Telisa Aulia Valianti sebut UMKM kunci pertumbuhan 2027; proyeksi ekonomi 5,8–6,5% dan pendapatan...
IHSG Menguat 0,30% pada Jeda Siang, Tekanan Eksternal dan MSCI Jadi Perhatian
IHSG menguat 0,30% ke 6.113,44 pada jeda siang 22 Mei 2026, namun tekanan dari sentimen global dan rebalanci...
Rupiah Melemah ke Rp17.700, Pasar Tunggu Data BI
Rupiah melemah ke sekitar Rp17.700 per dolar karena pasar menunggu data neraca transaksi berjalan BI dan tek...
Cek Harga Emas Perhiasan Hari Ini: 24K–12K (22 Mei 2026)
Daftar harga emas perhiasan 24K–12K per Jumat, 22 Mei 2026: beberapa gerai turun, Raja Emas stabil, Laku Ema...