Ekonomi

Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.518, Tekanan Global Masih Mengintai

Bagikan:
Layar kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar keuangan

Rupiah membuka perdagangan hari ini menguat tipis terhadap dolar AS, namun masih dibayangi sejumlah tekanan global dan domestik yang berisiko menekan kembali nilai tukar.

Pergerakan terkini

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah naik sebesar 0,06 persen atau 11 poin ke level Rp17.518 per dolar AS pada pembukaan perdagangan. Pada penutupan Selasa lalu, rupiah tercatat turun 0,66 persen ke posisi Rp17.529 per dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) hari ini berada di level 98,27, yang menambah tekanan pada mata uang emerging market.

Tekanan eksternal: inflasi AS dan penguatan dolar

Analis menilai pergerakan rupiah masih rentan terhadap sentimen global. Salah satu faktor utama adalah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan pasar, sehingga mendorong penguatan dolar.

"Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS, dipengaruhi data inflasi AS yg lebih tinggi dari perkiraan," kata Lukman Leong, Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Rabu, 13 Mei 2026.

Kenaikan imbal hasil global dan sikap kehati-hatian investor memperkuat permintaan terhadap dolar, sehingga memberi tekanan tambahan pada rupiah.

Tekanan domestik: rebalancing MSCI dan aliran modal

Selain faktor eksternal, kondisi domestik juga memperburuk tekanan pada rupiah. Lukman menyoroti jumlah perusahaan yang dikeluarkan dari indeks MSCI pada rebalancing Mei 2026, yang menurutnya melebihi ekspektasi pasar dan otoritas.

"Jumlahnya jauh lebih banyak dari perkiraan awal pelaku pasar dan otoritas," ucap Lukman.

Aliran modal keluar dari pasar saham turut menambah tekanan. Data menunjukkan arus keluar asing pada Selasa mencapai Rp931,9 miliar, yang ikut mendorong pelemahan nilai tukar.

"Tekanan masih berasal dari faktor global dan domestik termasuk penguatan indeks dolar AS. Permintaan musiman terhadap dolar AS dan sikap kehati-hatian pelaku pasar jelang pengumuman MSCI juga membuat rupiah melemah," ujar Jessica Tasijawa, Analis Pasar Uang dari Mirae Asset Sekuritas.

Perkiraan pergerakan

Seiring faktor-faktor tersebut, analis memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif hari ini. Lukman memproyeksikan kisaran pergerakan di sekitar Rp17.450-17.600 per dolar AS. Kenaikan harga minyak mentah dunia juga disebut-sebut sebagai beban tambahan bagi rupiah.

Secara umum, prospek jangka pendek rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Investor cenderung menunggu rilis data dan keputusan pasar terkait rebalancing MSCI untuk menentukan arah aliran modal selanjutnya.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!