Revisi UU Migas Didorong Tarik Investasi Jangka Panjang
Pembahasan revisi Undang-Undang Migas mendesak diselesaikan agar industri hulu migas memiliki pegangan dan kepastian investasi jangka panjang. Pernyataan itu disampaikan Purnomo Yusgiantoro dalam sesi Plenary Special Session IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kamis 21 Mei 2026. Para pelaku industri menilai regulasi baru penting untuk menghadapi transisi energi dan menjaga daya tarik investasi.
Regulasi: struktur berlapis perlu penyesuaian
Purnomo mengatakan struktur regulasi energi Indonesia saat ini sudah berlapis, mulai dari UUD 1945 hingga aturan teknis kementerian dan lembaga. Namun ia menilai perlu ada payung hukum yang menyelaraskan kebijakan untuk 20 tahun ke depan.
Menurutnya, aturan strategis tersebut diterjemahkan ke aturan pelaksana seperti Peraturan Menteri, aturan SKK Migas, dan Peraturan BPH Migas. Dengan undang-undang baru, Purnomo berharap penyesuaian kebijakan dapat memberi kepastian yang lebih jelas bagi industri.
"Jadi mudah-mudahan kita akan memiliki regulasi baru. Undang-undang baru tentang migas,"
Kepastian hukum jadi kunci tarik modal
Kepastian hukum menjadi sorotan utama. Kardaya Warnika, Kepala BP Migas 2005–2008, menyatakan masalah utama bukan potensi sumber daya, melainkan kepastian hukum yang lemah sehingga investor menahan ekspansi.
Ia mencontohkan banyak perusahaan memilih memindahkan investasi ke negara seperti Vietnam dan Myanmar karena aturan yang dianggap lebih pasti.
"Apakah potensi di sana lebih baik dari Indonesia? Jawabannya hampir sama. Potensi Indonesia jauh lebih baik. Lalu kenapa mereka pindah ke sana? Karena ada kepastian hukum. Itu saja,"
Isu utama bagi pelaku usaha
Presiden Direktur Medco Energi, Hilmi Panigoro, menyoroti tiga isu utama yang harus diatasi pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi.
- Kepastian hukum dan kesakralan kontrak
- Fleksibilitas fiskal untuk menjaga keekonomian proyek
- Masa depan industri migas di tengah transisi energi
"Saya sangat setuju dengan apa yang disampaikan Pak Kardaya. Kesakralan kontrak dan kepastian hukum,"
Dampak dan prospek
Para pembicara menekankan pentingnya menyeimbangkan kepentingan pemerintah dan kebutuhan investor. Investor membutuhkan tingkat pengembalian yang menarik karena bisnis eksplorasi penuh risiko dan ketidakpastian.
Percepatan revisi UU Migas dianggap langkah krusial untuk memberikan kepastian jangka panjang, mendukung investasi, dan memastikan transisi energi berjalan tanpa mengorbankan pasokan maupun keekonomian proyek.
Dengan regulasi yang lebih jelas dan fleksibel, pelaku usaha berharap ekspansi kembali menggeliat dan investasi kembali mengalir ke lapangan migas Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Setujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan
Pemerintah menyetujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan menjadi undang-undang pada Rapat Paripurna DP...
BGN Uji Sistem Prasmanan MBG di Kelas, Makanan Disajikan Hangat
BGN uji coba penyajian MBG secara prasmanan di kelas sejak 5 Oktober 2026 untuk menjaga makanan hangat dan m...
Airlangga Sebut Keunggulan Maung MV3 Garuda Limousine
Airlangga nilai Maung MV3 Garuda Limousine nyaman dengan kursi reclining, interior mewah, dan teknologi seta...
Hari Cerebral Palsy Sedunia 2026: Tema 'Unique and United' dan Sejarahnya
Hari Cerebral Palsy Sedunia diperingati 6 Oktober 2026 dengan tema Unique and United untuk dorong inklusi da...
MenPPPA Dorong Perlindungan Perempuan dalam RUU Ketenagakerjaan
MenPPPA Arifah Fauzi dorong penguatan perlindungan perempuan dan anak dalam RUU Ketenagakerjaan untuk cegah...
Pendaftar TKA 2026 Naik Hampir 10%, Capai 4,2 Juta
Pendaftar TKA 2026 naik hampir 10% menjadi 4,2 juta; 3,86 juta menyelesaikan pendaftaran. Tes digelar 26 Okt...