Kesadaran Lingkungan Meningkat lewat Program Komunitas GEF
GEF SGP Indonesia mencatat peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan melalui program berbasis komunitas. Pernyataan ini disampaikan oleh GEF Focal Point Indonesia, Erik Teguh Primiantoro, dan Program Manager GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, pada konferensi pers Raksha Loka di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Mereka menilai keterlibatan aktif warga dan pendampingan menjadi kunci perubahan perilaku demi menjaga ekosistem jangka panjang.
Pendekatan berbasis komunitas mendorong perubahan
Menurut Erik, intervensi lingkungan tidak cukup hanya lewat kebijakan. Ia menekankan perlunya perubahan cara pandang masyarakat terhadap alam agar upaya pelestarian berkelanjutan berhasil. Pendekatan yang mengutamakan partisipasi warga lokal dianggap lebih efektif untuk memicu adaptasi perilaku sehari-hari.
“Pendekatan lingkungan tidak cukup hanya kebijakan, tetapi harus mengubah cara pandang masyarakat terhadap alam. Kesadaran ini penting agar lingkungan tetap terjaga dalam jangka panjang,” ujar Erik dalam Acara Konferensi Pers Raksha Loka di Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026.
Peran pendampingan dalam meningkatkan pemahaman
Program manager Sidi Rana Menggala menambahkan bahwa pendampingan yang sistematis memperkuat pemahaman warga tentang hubungan antara kerusakan lingkungan dan kualitas hidup sehari-hari. Dengan pemahaman itu, masyarakat menjadi lebih termotivasi untuk menerapkan praktik yang lebih ramah lingkungan.
“Pendampingan membantu masyarakat memahami dampak kerusakan lingkungan terhadap kehidupan mereka sehari-hari. Kesadaran ini mendorong perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan,” kata Sidi.
Kegiatan komunitas dan dampak terhadap ekosistem
Dalam pelaksanaannya, Program GEF SGP Indonesia mendorong partisipasi aktif warga di tingkat lokal. Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan memfasilitasi perubahan perilaku. Fokusnya pada praktik sederhana sehari-hari yang dapat dipertahankan oleh komunitas tanpa bergantung terus-menerus pada intervensi eksternal.
Transisi dari kesadaran menjadi tindakan dianggap penting. Dengan keterlibatan komunitas, program bertujuan menciptakan efek berkelanjutan yang menjaga keseimbangan ekosistem dan memperbaiki kondisi lingkungan setempat.
Harapan ke depan
Para pemimpin program berharap peningkatan kesadaran ini terus berlangsung melalui penguatan program yang berkelanjutan. Upaya yang menggabungkan partisipasi komunitas dan pendampingan dinilai strategis untuk menjaga sumber daya alam secara bijak dan memastikan manfaatnya dirasakan generasi mendatang.
Dengan pendekatan yang konsisten, diharapkan perubahan perilaku di tingkat komunitas akan menjadi fondasi bagi pelestarian lingkungan jangka panjang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...