Mensos: Sekolah Rakyat Harus Akuntabel dan Bebas Korupsi
Menteri Sosial meminta penyelenggaraan Sekolah Rakyat dilaksanakan secara akuntabel dan bebas korupsi. Pernyataan itu disampaikan pada Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang digelar di Lapangan Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.
Upacara dan tema peringatan
Upacara diikuti seluruh pegawai Kementerian Sosial dengan tema Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara. Acara menegaskan komitmen kementerian pada pendidikan dan pemerataan layanan sosial sebagai bagian dari kedaulatan sumber daya manusia.
Tujuan dan penguatan program Sekolah Rakyat
Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial, Abdul Muis, menyatakan pemerintah terus memperkuat pemerataan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di wilayah afirmasi.
Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Khususnya di wilayah afirmasi
Menurut Abdul Muis, perbaikan mutu guru dan penyediaan beasiswa juga dilaksanakan untuk memutus ketimpangan kualitas sumber daya manusia.
Perbaikan mutu guru dan penyediaan beasiswa juga dilakukan. Untuk memutus ketimpangan kualitas sumber daya manusia
Pesan anti-korupsi dan integritas
Dalam sambutan yang mewakili arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Abdul Muis menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan program. Ia menegaskan bahwa semua pihak harus menjaga akuntabilitas dan menghindari tindak pidana korupsi.
Penyelenggaraan Sekolah Rakyat harus dilakukan secara akuntabel dan berintegritas. Serta menjaga diri dari tindak pidana korupsi
Abdul Muis menambahkan bahwa korupsi akan mengaburkan tujuan mulia dari program ini dan bahwa amanah besar tersebut harus dijaga bersama.
Data operasional dan target siswa
Kementerian Sosial mencatat perkembangan operasional dan penjangkauan calon siswa untuk Sekolah Rakyat. Sampai saat ini program telah beroperasi di sejumlah titik dan proses penjangkauan masih berlanjut.
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Titik operasional Sekolah Rakyat | 166 |
| Calon siswa yang telah dijangkau | 12.676 |
| Target penerimaan siswa baru tahun ini | 32.640 |
Dengan data tersebut, Kementerian Sosial tengah mempersiapkan tahun ajaran baru dan proses rekrutmen calon siswa untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Implikasi dan langkah ke depan
Pesan akuntabilitas dan anti-korupsi menandai fokus Kementerian Sosial pada tata kelola program pendidikan afirmatif. Keberhasilan Sekolah Rakyat akan bergantung pada pengawasan, transparansi penggunaan anggaran, dan keberlanjutan dukungan bagi mutu pengajar serta akses beasiswa.
Ke depan, program ini dipantau ketat untuk memastikan tujuan pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia tercapai tanpa tergerus praktik-praktik yang merugikan publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Rencanakan Pemangkasan Kuota BBM Subsidi 2027
Pemerintah berencana memangkas kuota BBM subsidi menjadi 20,09 juta kl pada 2027, sambil menaikkan alokasi a...
Mendagri Koordinasi Percepatan Penanganan Dampak Gempa NTT
Mendagri Tito Karnavian terus koordinasi percepatan penanganan gempa NTT, fokus evakuasi, listrik, dan distr...
Mendagri Waspadai Gempa Susulan di NTT, Penanganan Dimulai di Pelabuhan
Mendagri Tito Karnavian mengingatkan potensi gempa susulan di NTT; Kementerian PU akan asesmen kerusakan di...
Seskab: 253 Ton Bantuan Logistik Telah Dikirim ke NTT
Seskab Teddy menyatakan pemerintah telah mengirimkan 253 ton bantuan logistik ke NTT; lima pesawat berangkat...
BMKG: 2.768 Gempa Susulan Guncang Flores Setelah M7,7
BMKG mencatat 2.768 gempa susulan setelah gempa M7,7 di Flores hingga 19 Agustus 2026; terbesar M6,2, 81 kej...
KPK: Korupsi Tak Selalu Berbentuk Uang, Bisa Lewat Kebijakan
KPK mengingatkan korupsi tak selalu berbentuk uang; kebijakan yang dimanipulasi bisa merugikan publik dan li...