Bapanas Gandeng UNS Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Data
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjalin kerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret (FMIPA UNS) untuk memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis data dan riset ilmiah. Penandatanganan perjanjian berlangsung di Jakarta pada 19 Mei 2026. Kolaborasi difokuskan pada pengembangan analisis data, kebijakan pangan berbasis sains, dan pemanfaatan teknologi.
Tujuan kerja sama
Kerja sama diarahkan untuk memperkuat pengelolaan data pangan melalui riset dan sumber daya manusia. Inisiatif ini bertujuan mendukung stabilitas pasokan dan kebijakan pangan yang responsif. Perjanjian resmi mengikat kedua pihak untuk bekerja secara intensif selama lima tahun ke depan.
Ruang lingkup dan kegiatan
Ruang lingkup kerja sama mencakup pertukaran data, riset bersama, penyediaan tenaga ahli, dan pemanfaatan sarana penelitian. Program juga meliputi pelibatan mahasiswa melalui magang dan proyek strategis terkait digitalisasi sistem informasi pangan nasional.
- Pertukaran data dan informasi pangan
- Riset bersama dalam pemodelan dan analisis data
- Penyediaan tenaga ahli dan fasilitas penelitian
- Magang mahasiswa dalam proyek digitalisasi dan sistem informasi
Peran akademik dan teknologi
Kepala Pusat Data dan Informasi Pangan Bapanas, Kelik Budiana, menekankan pentingnya pengelolaan data untuk menjaga stabilitas pangan. Ia menyatakan bahwa tantangan pangan semakin kompleks akibat perkembangan teknologi dan perubahan global.
"Kolaborasi dengan dunia akademik menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan riset dan inovasi," ujar Kelik Budiana.
Dekan FMIPA UNS, Desi Suci Handayani, mengatakan pengembangan riset akan difokuskan pada pemodelan data, visualisasi, prediksi, dan artificial intelligence untuk memantau ketersediaan pangan. Ia juga menyebut magang mahasiswa sebagai salah satu mekanisme implementasi.
"Kita bisa fokus di modeling data analisis, visualisasi data, prediksi, hingga AI ketersediaan pangan. Bentuk kerja sama juga bisa melalui magang mahasiswa," kata Desi Suci Handayani.
Dampak dan prospek
Kolaborasi ini diharapkan mempercepat digitalisasi sistem informasi pangan nasional. Integrasi riset akademik dan data Bapanas dapat meningkatkan kualitas kebijakan serta respons pasar terhadap gangguan pasokan. Pemerintah menilai sinergi lintas sektor dan inovasi berbasis data krusial untuk mencapai swasembada pangan.
Dengan durasi kerja sama lima tahun, kedua pihak memiliki ruang untuk menguji model, menguji pendekatan berbasis AI, dan menyiapkan tenaga ahli yang mampu mengelola data pangan secara berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wamen Pastikan Proyek PSEL TPA Jatiwaringin Tetap Berlanjut
Wamen LH diaz memastikan proyek PSEL TPA Jatiwaringin tetap dilanjutkan meski terjadi kebakaran; lahan lima...
Pengelola Tegaskan Gunung Kawi Destinasi Religi, Bantah Isu Pesugihan
Pengelola Gunung Kawi minta hentikan stigma pesugihan dan tegaskan kawasan itu sebagai destinasi wisata reli...
Wamen: Kebakaran TPA Jatiwaringin Berpotensi Picu Ledakan
Kebakaran 15 ha di TPA Jatiwaringin berpotensi ledakan akibat CH4; pemantauan udara, drone thermal, dan supl...
Kapolri Pimpin Pelantikan dan Sertijab Enam Kapolda
Kapolri memimpin pelantikan enam Kapolda di Rupattama Mabes Polri, 4 Juli 2026, sebagai bagian regenerasi ke...
Imigrasi Bali Deportasi 342 WNA Jan–Jun 2026
Imigrasi Bali mendeportasi 342 WNA pada Januari–Juni 2026 karena pelanggaran izin tinggal, overstay, dan ket...
Bareskrim Usut Tuntas Gugurnya Bripda Nopandri di Katingan
Bareskrim mengusut gugurnya Bripda Nopandri saat operasi penangkapan bandar narkoba di Katingan; tim gabunga...