Bantuan Combine Harvester Tiba, Petani Tuban Panen Modern
Kementerian Pertanian menyalurkan alat dan mesin pertanian berupa corn combine harvester ke Gapoktan Mekar Sari di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Penyaluran berlangsung menjelang panen raya jagung kuartal II 2026 untuk memperkuat swasembada jagung dan mempercepat modernisasi pertanian.
Bantuan alsintan untuk swasembada jagung
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, mengatakan bantuan ini disiapkan khusus untuk mendukung pengembangan sentra jagung di Jawa Timur. Program digulirkan melalui kolaborasi dengan Kepolisian Republik Indonesia.
“Bantuan corn combine harvester ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan sentra jagung di Jawa Timur. Pengembangan itu dibangun melalui kolaborasi bersama Polri,”
Andi menambahkan bahwa alat sudah disiapkan sebelum pelaksanaan panen untuk memastikan manfaatnya langsung dirasakan kelompok tani penerima.
“Menteri Pertanian meminta agar bantuan alsintan dipercepat penyalurannya. Sehingga manfaatnya segera dirasakan petani,”
Rincian bantuan dan alokasi
Kementerian Pertanian mencatat total bantuan untuk Kabupaten Tuban mencapai Rp27,6 miliar. Paket bantuan meliputi benih, alsintan, dan infrastruktur pengairan untuk memperkuat produktivitas lahan.
| Kategori | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Combine harvester padi (nasional) | 7.676 unit | Periode 2020–2026 |
| Combine harvester padi (Jatim) | 639 unit | Termasuk 18 unit untuk Kabupaten Tuban |
| Corn combine harvester (nasional) | 45 unit | Jawa Timur dan Kabupaten Tuban masing-masing mendapat 1 unit |
| Luasan panen Tuban (Q2 2026) | 189.760 hektare | Potensi produksi 1,23 juta ton |
Dampak mekanisasi bagi petani
Pemerintah menekankan bahwa modernisasi pertanian tidak bisa ditunda. Menurut Andi, mekanisasi menjadi kunci untuk menjaga produksi dan efisiensi biaya usaha tani.
“Modernisasi pertanian tidak bisa ditunda. Mekanisasi menjadi salah satu kunci agar produksi tetap terjaga,”
“Biaya usaha tani juga lebih efisien. Produktivitas petani pun dapat terus meningkat,”
Dengan dukungan alsintan dan paket input, diharapkan proses panen lebih cepat dan hasil lebih optimal. Kehadiran Presiden pada panen raya menegaskan perhatian pemerintah terhadap ketahanan pangan.
Prospek ke depan
Penyaluran alsintan dan paket dukungan lainnya di Tuban diharapkan mendorong konsolidasi lahan dan penerapan teknologi pertanian yang lebih luas. Jika implementasi dan pemeliharaan alat berjalan baik, produktivitas jagung di sentra produksi dapat meningkat secara signifikan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...
Muhaimin Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi
Menko Muhaimin mendorong perumahan dikembangkan jadi ekosistem ekonomi melalui 1001 Pasar Rakyat, membuka ak...