DPR Minta Pancasila Jadi Benteng Digital di Era Informasi
Komisi I DPR RI bersama Kementerian Komunikasi dan Digital menggelar Webinar Literasi Digital bertema "Penguatan Ideologi Pancasila" di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Selasa, 19 Mei 2026. Acara menyoroti ancaman informasi di ruang digital dan mendorong Pancasila sebagai pijakan untuk menjaga persatuan bangsa.
Tujuan webinar dan fokus pembahasan
Webinar itu membahas pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam literasi digital. Pembicara menekankan bahwa perkembangan teknologi dan arus globalisasi informasi turut menguji ketahanan ideologi nasional. Tujuan utama acara adalah menyusun strategi penguatan nilai kebangsaan agar dapat meredam dampak konten negatif di ruang maya.
Ancaman digital: hoaks, intoleransi, dan manipulasi
Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono memaparkan bahwa ancaman bangsa tidak lagi hanya bersifat fisik. Menurutnya, saat ini tantangan datang melalui hoaks, intoleransi, dan manipulasi informasi digital yang dapat mengikis persatuan.
"Pancasila harus tetap menjadi kompas bangsa di tengah derasnya arus informasi digital. Penguatan ideologi Pancasila penting untuk menjaga persatuan nasional,"
"Termasuk memperkuat karakter generasi muda dan ketahanan bangsa menghadapi tantangan global,"
Dave juga menunjuk pada peran algoritma media sosial yang berpotensi menciptakan echo chamber, yakni ruang gema informasi yang memperkuat pandangan sempit dan memicu polarisasi. Oleh karena itu, ia mendesak literasi digital yang berbasis nilai Pancasila.
Peran generasi muda dan pendidikan karakter
Menurut Dave, generasi muda harus ditempatkan sebagai garda terdepan untuk menjaga nilai kebangsaan di era digital. Ia menekankan pentingnya pendidikan karakter dan penguatan toleransi sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
"Generasi muda harus menjadi garda terdepan menjaga nilai kebangsaan di era digital. Pendidikan karakter dan toleransi harus terus diperkuat,"
Seruan institusi dan akademisi
Ketua Komisi Kemitraan dan Infrastruktur Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti, menegaskan bahwa media digital harus digunakan untuk memperkuat toleransi dan persatuan. Ia mengingatkan bahwa ruang digital tidak boleh menjadi sarana penyebaran kebencian.
Akademisi Ahmad Gunawan menambahkan bahwa penguatan ideologi Pancasila perlu diwujudkan lewat pendidikan karakter dan literasi digital yang konkret. Menurutnya, langkah ini krusial untuk menghadapi pengaruh budaya luar dan berbagai konten negatif di era globalisasi.
Implikasi kebijakan dan langkah ke depan
Pembahasan pada webinar menunjukkan kebutuhan untuk menyelaraskan kebijakan literasi digital dengan nilai-nilai kebangsaan. Langkah-langkah yang disorot meliputi penguatan kurikulum pendidikan karakter, kolaborasi antara pemerintah dan media, serta program literasi yang menanamkan nilai Pancasila pada generasi muda.
Dengan meningkatnya peran platform digital dalam kehidupan sehari-hari, para pembicara menilai penguatan ideologi Pancasila sebagai upaya preventif untuk menjaga kohesi sosial dan menghadapi tantangan informasi di masa mendatang.
Berita Terkait
Mentan: Desa Kuat, Tak Bergantung pada Dolar AS
Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut penguatan dolar tak serta-merta mengancam desa karena pertanian kuat dan...
Mensos: Sekolah Rakyat Harus Akuntabel dan Bebas Korupsi
Mensos minta Sekolah Rakyat dijalankan akuntabel dan bebas korupsi; program beroperasi di 166 titik dengan t...
Bapanas Gandeng UNS Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Data
Bapanas dan FMIPA UNS teken kerja sama di Jakarta (19 Mei 2026) untuk perkuat ketahanan pangan lewat riset d...
Stok Beras Rekor 5,37 Juta Ton, Pemerintah Antisipasi Kemarau 2026
Stok beras nasional mencapai 5,37 juta ton per 18 Mei 2026, rekor baru; pemerintah perkuat cadangan menjelan...
Bantuan Combine Harvester Tiba, Petani Tuban Panen Modern
Kementan salurkan corn combine harvester ke Tuban untuk percepat panen dan modernisasi, dukungan jelang pane...
Prabowo: PDIP Tidak Gabung Pemerintahan Agar Awasi Eksekutif
Prabowo menghormati keputusan PDI-P tak bergabung di pemerintahan, menyebut hal itu penting untuk mengawasi...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!