Nasional

APBN 2027 Kunci Perkuat Kapasitas Negara, Kata Ekonom

Bagikan:
Ilustrasi APBN 2027 dan kebijakan fiskal untuk memperkuat kapasitas negara

Pemaparan Presiden Prabowo Subianto tentang Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dinilai menandai babak baru pembangunan ekonomi Indonesia. Ekonom menyebut APBN diarahkan untuk memperkuat kapasitas negara agar mampu menopang pertumbuhan jangka panjang dan menahan tekanan eksternal.

Kapasitas negara dan ruang fiskal

Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, mengatakan pertumbuhan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan konsumsi atau komoditas. Menurut dia, negara harus memperbesar kapasitasnya melalui kebijakan fiskal yang lebih kuat dan stabil.

Pertumbuhan ekonomi tinggi tidak bisa hanya bergantung pada konsumsi atau booming komoditas. Untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, kapasitas negara harus ikut membesar, kata Fakhrul Fulvian.

Fakhrul menekankan bahwa kapasitas negara tidak semata diukur dari besaran APBN. Faktor lain adalah kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan pasar, stabilitas eksternal, serta menciptakan sumber pembiayaan jangka panjang yang andal.

Ia mencatat rasio penerimaan pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) yang masih sekitar 11 persen menunjukkan ada ruang penguatan fiskal bila dibandingkan negara berkembang lain.

Kerentanan neraca pembayaran dan pengaruh dolar

Fakhrul juga menyoroti ketidakseimbangan antara surplus perdagangan dan arus modal keluar bersih di neraca finansial. Kondisi ini, menurutnya, membuat Indonesia rentan jika dolar AS menguat.

Indonesia masih terlalu rentan terhadap siklus dolar global. Surplus perdagangan besar belum sepenuhnya mampu melindungi pasar keuangan domestik dari tekanan eksternal, ujar Fakhrul.

Strategi memperkuat pembiayaan nasional

Untuk meningkatkan ketahanan pembiayaan, Fakhrul mengusulkan tiga langkah utama yang perlu dipercepat pemerintah dan otoritas keuangan:

  1. Memperdalam pasar derivatif domestik agar pelaku usaha dan investor memiliki instrumen lindung nilai terhadap risiko global.
  2. Memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi regional melalui skema local currency settlement.
  3. Memperbesar sumber pembiayaan non-dolar, termasuk penerbitan obligasi berbasis Renminbi oleh pemerintah dan sektor swasta.

Selain itu, ia mendorong pembangunan ekosistem pembiayaan jangka panjang berbasis rupiah. Peran investor domestik seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, manajer investasi, dan sovereign wealth fund perlu diperkuat.

Implikasi kebijakan dan prospek

Fakhrul mengingatkan bahwa penguatan kapasitas negara tidak boleh hanya ditempuh lewat kenaikan tarif atau pungutan baru. Fokus harus pada kepatuhan pajak, digitalisasi administrasi, perluasan basis ekonomi formal, dan konsistensi kebijakan untuk menahan biaya pendanaan.

Target pertumbuhan tinggi hanya bisa tercapai apabila kapasitas negara ikut meningkat, terutama melalui penguatan kepercayaan dan pendanaan yang stabil, kata Fakhrul Fulvian.

Penekanan pada APBN 2027 sebagai instrumen memperkuat kapasitas negara memberi sinyal bahwa kebijakan fiskal akan diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi jangka panjang dan mengurangi kerentanan terhadap gejolak eksternal.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!