Nasional

DPR dan Kominfo Dorong Penguatan Ketahanan Energi Nasional

Bagikan:
Diskusi Ketahanan Energi dalam webinar Komisi I DPR dan Kominfo di Jakarta

Komisi I DPR RI bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong penguatan ketahanan energi nasional untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesinambungan pembangunan. Pernyataan itu disampaikan dalam Webinar Literasi Digital bertema "Ketahanan Energi" di Jakarta Selatan, Rabu, 20 Mei 2026. Upaya ini dinilai penting di tengah fluktuasi harga energi global dan tekanan geopolitik.

Sorotan utama acara

Anggota Komisi I DPR, Yudha Novanza Utama, menekankan bahwa ketahanan energi menjadi landasan untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Ia meminta fokus pada kemandirian energi agar ketergantungan impor dapat dikurangi. Langkah tersebut dinilai strategis untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional.

“Ketahanan energi bukan hanya soal pasokan listrik atau bahan bakar. Tetapi menyangkut masa depan pembangunan nasional,”

“Termasuk stabilitas ekonomi, kesejahteraan rakyat, hingga daya saing Indonesia di tingkat global,”

Potensi energi dan strategi transisi

Yudha menyoroti potensi energi domestik yang beragam, mulai dari energi surya, panas bumi, hingga bioenergi. Menurutnya, penguatan perlu diwujudkan melalui peningkatan investasi pada energi bersih dan perluasan infrastruktur nasional. Ia juga menekankan percepatan transisi menuju energi baru terbarukan untuk mengurangi kerentanan terhadap gejolak harga fosil.

“Transisi energi harus dipandang sebagai investasi masa depan bangsa. Karena menyangkut keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang,”

Peran literasi digital

Sri Cahaya Khoironi dari penyelenggara webinar menegaskan bahwa komunikasi digital berperan penting dalam membangun kesadaran publik mengenai ketahanan energi. Ia menilai literasi energi perlu diperkuat melalui pendekatan digital yang komunikatif untuk mendorong perubahan perilaku dan dukungan kebijakan.

Tantangan: impor dan ketergantungan fosil

Zaky Mahendra memaparkan bahwa Indonesia masih menghadapi tingginya impor energi dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Ia menyebut pemerintah terus mendorong pengembangan biofuel dan peningkatan produksi energi domestik sebagai solusi jangka panjang.

Implikasi dan langkah ke depan

Diskusi menekankan perlunya sinergi antar-pemangku kepentingan, termasuk legislatif, eksekutif, investor, dan masyarakat. Penguatan kebijakan, insentif investasi, serta kampanye literasi digital disebut sebagai langkah konkret yang harus dipercepat. Jika dijalankan, strategi ini diharapkan memperkuat ketahanan energi dan mendukung stabilitas ekonomi jangka panjang.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!