Nasional

Warga NU Minta Jaga Independensi Jelang Muktamar 2026

Bagikan:
Ilustrasi Muktamar Nahdlatul Ulama dan pertemuan warga NU

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), kiai dan warga organisasi mengingatkan pentingnya menjaga independensi dari campur tangan kekuasaan. Pernyataan itu disampaikan Rabu, 21 Mei 2026, menyusul menguatnya dinamika politik internal dan munculnya nama-nama calon pimpinan.

Seruan menjaga independensi

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, kiai kampung sekaligus warga NU, menilai proses suksesi harus bebas dari intervensi politik praktis. Ia memperingatkan kekhawatiran atas figur yang dekat dengan penguasa.

"NU bukan organisasi yang lahir dari rahim kekuasaan negara. Justru negara ini berdiri karena jasa para ulama NU,"

Khalilur menegaskan, pemimpin NU idealnya lahir dari mekanisme internal jam'iyah tanpa bergantung pada restu penguasa. Menurutnya, mengutamakan figur yang mendapat dukungan kekuasaan berpotensi menodai sejarah panjang perjuangan organisasi.

"Karena itu, terasa tidak pantas apabila pemimpin NU harus terlebih dahulu mendapat restu dari penguasa,"

Jejak sejarah NU dan hubungan dengan negara

Khalilur mengingatkan kontribusi besar NU bagi bangsa, termasuk peran Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang menggerakkan perlawanan mempertahankan kemerdekaan. Ia juga menyinggung penghormatan negara terhadap ulama seperti hubungan Presiden Soekarno dengan KH Hasyim Asy'ari.

Menurutnya, kedekatan NU dengan negara harus tetap menjalankan fungsi sebagai sumber legitimasi moral, bukan alat kekuasaan.

"NU boleh dekat dengan negara. Tetapi tidak boleh larut menjadi bagian dari kepentingan kekuasaan sesaat,"

Jadwal muktamar dan persiapan

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan Muktamar ke-35 digelar pada 1-5 Agustus 2026. Sebagai bagian persiapan, Munas Alim Ulama dan Konbes untuk menyiapkan materi dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memastikan tanggal muktamar dan menyebut beberapa daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah.

"Muktamar NU insyaAllah akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 5 Agustus 2026,"

Daerah yang disebut siap menjadi tuan rumah antara lain:

  • Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Sumatera Barat (Sumbar)
  • Jawa Timur (Jatim)

Implikasi dan harapan

Khalilur mengingatkan bahwa yang dipertaruhkan bukan sekadar kursi kepemimpinan PBNU, melainkan marwah NU sebagai kekuatan moral bangsa. Ia berharap proses muktamar berlangsung berdasarkan mekanisme internal, menjaga tradisi ulama, dan menjauhkan pengaruh kepentingan politik jangka pendek.

"Yang sedang dipertaruhkan bukan hanya kursi kepemimpinan PBNU. Yang sedang dipertaruhkan adalah marwah NU sebagai kekuatan moral bangsa,"

Dengan jadwal dan persiapan yang telah diumumkan, fokus kini tertuju pada mekanisme pemilihan dan keputusan lokasi muktamar yang akan diambil oleh PBNU dalam waktu dekat.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!