Prabowo: Manipulasi Ekspor Rugikan RI Rp15.400 Triliun
Presiden Prabowo Subianto mengungkap bahwa praktik manipulasi perdagangan dan pelaporan ekspor telah merugikan Indonesia sebesar USD908 miliar atau sekitar Rp15.400 triliun sepanjang 1991 hingga 2024. Pernyataan itu disampaikan pada Rapat Paripurna ke-19 DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.
Jenis praktik manipulasi yang diungkap
Presiden menjelaskan beberapa modus yang menyebabkan kerugian besar tersebut. Praktik itu antara lain under-invoicing, under-counting, dan transfer pricing. Modus ini umumnya dilakukan melalui perusahaan-perusahaan yang berada di luar negeri.
- Under-invoicing: pelaporan nilai barang dalam faktur lebih rendah dari harga sebenarnya.
- Under-counting: mencatat jumlah barang lebih sedikit dari yang dikirim.
- Transfer pricing: penetapan harga transaksi antarperusahaan terkait untuk mengalihkan keuntungan.
“Selama 34 tahun yang terjadi adalah under-invoicing. Under-invoicing sebenarnya fraud atau penipuan,”
Contoh mekanisme dan dampak
Presiden mencontohkan bagaimana pengusaha menjual dari perusahaan di dalam negeri ke perusahaan afiliasi di luar negeri dengan harga jauh di bawah nilai nyata. Akibatnya, nilai ekspor yang tercatat di Indonesia tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
"Dia jual dari perusahaan dia di dalam negeri ke perusahaan dia di luar negeri. Dengan harga jauh di bawah harga sebenarnya."
Ia juga menyoroti bahwa pemalsuan jumlah pada dokumen pelabuhan bisa berlangsung di Indonesia, namun tercatat lain di negara tujuan sehingga kecurangan sulit disamarkan secara total.
“Kita bisa bohong di pelabuhan Indonesia. Kita kirim 10 ribu ton batu bara, yang dilaporkan hanya 5 ribu ton. Bisa di Indonesia, tapi di sana tidak bisa karena dicatat,”
Sektor terdampak dan fokus kebijakan
Prabowo menyebut praktik curang terjadi di berbagai komoditas strategis, termasuk kelapa sawit dan paduan besi. Selain manipulasi dokumen, praktik penyelundupan melalui pelabuhan juga dianggap turut merugikan negara.
Untuk itu, Presiden menegaskan perlunya pembenahan lembaga pengawas, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, agar pengawasan ekspor lebih ketat dan sistem pencatatan menjadi akurat.
“Kita harus berani mengatakan apa adanya. Kita harus perbaiki lembaga-lembaga pemerintah kita. Bea Cukai harus kita perbaiki,”
Dasar data dan implikasi kebijakan
Prabowo menyatakan angka kerugian tersebut didasarkan pada catatan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pemerintah menilai penguatan pengawasan ekspor adalah bagian dari upaya menjaga kekayaan nasional agar manfaatnya dirasakan luas.
"Langkah memperkuat pengawasan ekspor komoditas strategis merupakan implementasi Pasal 33 UUD 1945 mengenai penguasaan negara atas sumber daya alam,"
pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari dalam konferensi pers bersama sejumlah menteri di Kompleks Parlemen Senayan.
Permintaan perbaikan tata kelola kepabeanan dan pengawasan ekspor menjadi titik tekan kebijakan yang akan mempengaruhi pengelolaan komoditas strategis dan penerimaan negara ke depan.
Berita Terkait
BAKN: APBN Alat Perkuat Sendi Negara, Target Ekonomi 2027 Menantang
BAKN menyebut APBN 2027 sebagai instrumen strategis untuk lindungi rakyat dan perkuat negara; target pertumb...
Inkopontren: Gus Dur Pelopor Kemandirian Ekonomi Pesantren
Manarul Hidayat ungkap Gus Dur pelopori Inkopontren sejak 1994 untuk wujudkan kemandirian ekonomi pesantren...
Cara Daftar SIAPkerja Kemnaker: Panduan Lengkap
Panduan langkah demi langkah daftar akun SIAPkerja Kemnaker: dokumen, verifikasi NIK, aturan password, dan c...
Apa Itu SIAPkerja Kemnaker? Penjelasan & Fitur Utama 2026
SIAPkerja adalah platform resmi Kemnaker yang menggabungkan lowongan, pelatihan, dan perlindungan pekerja, k...
Waspada: Tanda dan Cara Antisipasi NIK KTP Disalahgunakan untuk Pinjol
OJK ingatkan bahaya penyalahgunaan NIK KTP untuk pinjol; kenali tanda, langkah mitigasi, dan cara pencegahan...
Warga NU Minta Jaga Independensi Jelang Muktamar 2026
Menjelang Muktamar ke-35 NU, kiai dan warga mengingatkan pentingnya menjaga independensi organisasi dari int...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!