Gentengisasi Dongkrak Produksi Perajin di Jatiwangi
Program Gentengisasi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto meningkatkan gairah perajin genteng di sentra produksi Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat. Dampak langsung terlihat pada kenaikan produksi dan penyerapan pasar setelah peluncuran program, kata Hena Gian Hermana saat dihubungi pada Kamis, 18 Juni 2026.
Dorongan produksi dan pasar
Sebelum program, banyak pabrik genteng di Jatiwangi mengalami penurunan penjualan sejak pandemi COVID-19. Salah satu pengrajin, Hena Gian, menjelaskan kapasitas pabriknya sempat terpangkas karena pasar terbatas.
Ia mengatakan pabriknya hanya mampu memproduksi sekitar 20.000 unit genteng per bulan, dengan hanya dua dari lima mesin press yang aktif. Setelah Program Gentengisasi berjalan, produksi meningkat menjadi 40.000 unit per bulan dan permintaan ikut naik.
"Sebelumnya pelaku UMKM genteng di Jatiwangi seperti hidup segan, mati tak mampu dan ketika program ini muncul memberikan angin segar. Kemudian meningkatkan pendapatan usaha, menjaga keberlangsungan industri genteng lokal dan memberikan kepastian pasar bagi pengrajin,"
Hena menambahkan tidak ada lagi genteng yang mengendap di pabrik. Setelah keluar dari tungku, genteng langsung terkirim karena terserap program pemerintah di pusat dan daerah.
Penyerapan tenaga kerja lokal
Program ini juga menyerap tenaga kerja lokal. Pabrik Hena kini mempekerjakan 32 orang, terdiri dari 20 pekerja perempuan dan 12 pekerja laki-laki. Sebagian besar pekerja berasal dari desa sekitar pabrik.
Dengan meningkatnya produksi, Hena memastikan tidak akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan bahkan membuka peluang pekerjaan baru. Ia mencatat tantangan tenaga terampil yang memilih sektor tekstil atau otomotif karena insentif dan kesempatan kerja yang lebih menarik.
Kaitan dengan Rutilahu dan target nasional
Rutilahu atau program rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi salah satu penyerapan utama genteng hasil produksi lokal. Pemerintah menargetkan pembangunan dan renovasi 3 juta unit rumah melalui program ini, sehingga menyumbang permintaan stabil bagi perajin genteng.
Hena menyatakan perajin diminta konsisten menyuplai genteng untuk proyek Rutilahu, sehingga memberi kepastian pasar jangka menengah bagi industri genteng lokal.
Prospek dan tantangan
Secara keseluruhan, Program Gentengisasi memberi efek penggairahan bagi usaha kecil menengah genteng di Jatiwangi. Namun, tantangan tetap ada pada upskilling tenaga kerja dan keberlanjutan permintaan setelah program berjalan penuh. Perajin berharap dukungan lanjutan agar industri lokal bisa bertumbuh dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...