Wamendikdasmen Tekankan Motivasi dan Pendampingan PJJ di Gorontalo
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menekankan pentingnya motivasi dan pendampingan keluarga saat meninjau pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di SMAN 1 Gorontalo, Jumat lalu. Kunjungan ini bertujuan memastikan program PJJ tidak hanya membuka akses bagi Anak Tidak Sekolah (ATS), tetapi juga menjaga kualitas dan keberlanjutan belajar.
Tujuan kunjungan dan kondisi PJJ
Fajar menilai keberhasilan PJJ tidak berhenti ketika siswa ATS kembali mendapatkan akses pendidikan. Ia meminta program terus diperbaiki agar murid termotivasi dan mampu menyelesaikan pendidikan hingga mencapai cita-cita.
SMAN 1 Gorontalo ditetapkan sebagai sekolah induk PJJ, dengan SMAN 2 Limboto dan SMAN 1 Gorontalo Utara sebagai sekolah mitra. Kepala SMAN 1 Gorontalo, Adianiwaty S. Polapa, melaporkan bahwa pelaksanaan PJJ sudah berjalan sekitar satu minggu.
Dialog langsung dengan peserta PJJ
Dalam kunjungan, Wamendikdasmen menemui murid PJJ bernama Naila yang sedang mengikuti pembelajaran Biologi. Naila pernah berhenti sekolah akibat merasa tidak nyaman dan mengalami perundungan melalui grup percakapan, namun kini kembali belajar lewat PJJ dengan cita-cita menjadi dokter.
"Saya ingin menyampaikan selamat kepada adik-adik yang mulai menempuh PJJ. Terima kasih karena adik-adik tetap memilih melanjutkan belajar melalui PJJ," ujar Fajar.
Fajar juga berdialog dengan orang tua siswa bernama Rizki, yang menceritakan anaknya cenderung tertutup dan sempat hanya menghadiri MPLS sebelum berhenti kembali ke sekolah.
"Saya ingin tahu pengalaman adik-adik selama PJJ. Kami ingin mendengar langsung masukan dari kalian agar pelaksanaannya berjalan optimal," tambah Fajar.
Tantangan bukan hanya koneksi
Hasil dialog dengan guru-guru menunjukkan bahwa hambatan PJJ bukan semata soal jaringan internet. Guru menyebut masalah utama meliputi motivasi, kedisiplinan, dan konsistensi murid.
Karena itu, Wamendikdasmen menekankan perlunya keterlibatan orang tua dan pendampingan intensif di rumah. Ia juga mendorong pertemuan tatap muka berkala agar siswa, guru, dan orang tua lebih akrab.
Dukungan pemerintah daerah dan cakupan ATS
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyatakan komitmen provinsi untuk mendukung PJJ secara serius. Menurutnya dukungan harus dimulai sejak menemukan anak yang tidak sekolah hingga memastikan mereka nyaman mengikuti pembelajaran.
"PJJ itu perlu ada effort khusus, terutama mencari anak yang tidak sekolah. Kedua, bagaimana anak PJJ harus merasa betah dan nyaman mengikuti pembelajaran," ujar Gusnar.
Gusnar menyebut jumlah ATS jenjang SMA di Gorontalo hampir 3.000 anak. Pemerintah provinsi menyambut baik inisiatif Kemendikdasmen sebagai upaya bersama mengembalikan anak-anak tersebut ke jalur pendidikan.
Langkah ke depan
Stakeholder di Gorontalo sepakat PJJ harus dirancang menarik agar anak tertarik dan bertahan. Selain perbaikan teknis, upaya pendampingan keluarga dan pertemuan luring dianggap kunci agar program memberikan hasil jangka panjang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kapolri: Berbeda Seragam, Satu Hati Menjaga Negeri — HUT TNI ke-81
Kapolri Suyudi tegaskan TNI dan Polri tetap "satu hati" menjaga Indonesia menjelang HUT TNI ke-81, 5 Oktober...
Basarnas Imbau Keluarga Korban KM Virgo Tidak Menunggu di Pelabuhan
Basarnas mengimbau keluarga korban KM Virgo agar tidak terus menunggu di pelabuhan; korban yang ditemukan ak...
Cara Mengurus Buku Nikah Rusak atau Hilang, Gratis di KUA
Buku nikah rusak atau hilang dapat diganti gratis di KUA tempat akad; ketahui persyaratan dan dasar hukumnya...
Mendag: Perlindungan Hak Pekerja Bukan Instrumen Politik
Mendag Budi Santoso menegaskan perlindungan hak pekerja bukan alat politik dan menekankan penanganan kerja p...
Produksi Padi Jan–Agust 2026 Capai 43,89 Juta Ton
Produksi padi Januari–Agustus 2026 tercatat 43,89 juta ton GKG, naik 0,07%; luas panen 8,32 juta ha dan prod...
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...