Nasional

Gempa M7,7 Guncang NTT: Empat Pasar Rusak dan Rantai Pasok Terganggu

Bagikan:
Kerusakan Pasar Inpres Ruteng pasca gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026, menimbulkan ribuan gempa susulan dan merusak infrastruktur perdagangan. Empat pasar dilaporkan rusak, termasuk Pasar Inpres Ruteng yang mengalami kerusakan berat, sehingga aktivitas ekonomi lokal dan rantai pasok terancam terganggu.

Gempa utama, lokasi, dan status tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa M7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 kilometer. Awalnya BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami, namun kemudian menyatakan potensi tsunami telah berakhir.

Jumlah gempa susulan dan intensitas

BMKG melaporkan aktivitas susulan terus berlangsung. Data yang disampaikan ke publik menunjukkan perbedaan hitungan berdasarkan waktu pelaporan: hingga 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB tercatat 2.119 gempa susulan, sedangkan pembaruan hingga 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB menunjukkan total 2.768 gempa susulan.

Gempa susulan terbesar tercatat berkekuatan 6,2, dan yang terkecil berkekuatan antara magnitudo 1,1–1,3. BMKG juga menyatakan puluhan gempa susulan dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.

"Sementara itu, terdapat 24 gempa susulan dengan magnitudo di atas magnitudo 5. Gempa dengan kekuatan paling kecil tercatat bermagnitudo magnitudo 1,1,"

Informasi resmi terkait pemantauan ini dapat diakses melalui akun BMKG, @infobmkg.

Dampak pada pasar dan perdagangan

Kementerian Perdagangan mencatat ada empat pasar yang mengalami kerusakan akibat guncangan. Terparah adalah Pasar Inpres Ruteng di Kabupaten Manggarai, yang dilaporkan mengalami kerusakan struktural pada sejumlah tiang.

"Berkaitan dengan penanganan bencana di NTT, ini kaitannya dengan pasar. Jadi setelah kita identifikasi memang ada empat pasar yang mengalami rusak, tapi yang rusak itu ada satu, Pasar Inpres Ruteng di Manggarai,"

Pemerintah daerah bersama kementerian menghentikan sementara aktivitas di lokasi yang rusak untuk keselamatan pedagang. Penutupan ini berpotensi mengganggu distribusi barang dan mengurangi pasokan kebutuhan pokok di daerah terdampak.

Risiko ekonomi dan langkah penanganan

Gangguan pasar dan distribusi berisiko menekan pasokan dan mendorong kenaikan harga, terutama jika pemulihan jaringan logistik dan perbaikan pasar tidak cepat dilakukan. Pemerintah pusat dan daerah sedang berkoordinasi untuk penilaian kerusakan dan prioritas perbaikan.

Ke depan, pemulihan infrastruktur pasar dan pengembalian aktivitas UMKM menjadi kunci menstabilkan suplai lokal dan mencegah tekanan harga. Pemantauan gempa susulan juga tetap diperlukan untuk memastikan keamanan saat proses perbaikan berlangsung.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait