Produksi Pangan Meningkat, Petani Siapkan Strategi Hadapi El Nino
Produksi pangan nasional menunjukkan peningkatan dan membuat petani optimis sektor pertanian semakin kuat. Masroni, anggota Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), menyampaikan kondisi ini pada 27 Juni 2026. Ia menyebut kenaikan harga gabah dan akses sarana produksi sebagai faktor utama penguatan. Ketersediaan pupuk yang lebih mudah juga mempercepat pemulihan produktivitas di banyak daerah.
Faktor pendorong peningkatan produksi
Menurut Masroni, dua faktor dominan mendongkrak produksi adalah harga gabah yang meningkat dan distribusi sarana produksi yang membaik. Hal ini mendorong petani melakukan budaya tanam lebih intensif dan perbaikan manajemen lahan. Masroni menilai hasil panen petani saat ini relatif baik dan memberi peluang peningkatan kesejahteraan petani.
“Harga gabah di lapangan sudah melampaui ketentuan pemerintah dan hasil panen petani juga cukup baik,”
Ia juga menekankan bahwa ketersediaan pupuk yang lebih mudah diakses menjadi katalis utama bagi upaya peningkatan produktivitas.
Strategi adaptasi menghadapi El Nino
Petani mulai menyiapkan strategi untuk menghadapi potensi peningkatan kekeringan akibat El Nino. Masroni menyebut kelompok tani memilih varietas dan pola tanam yang lebih adaptif. Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko gagal panen saat curah hujan menurun tajam.
“Kami menerapkan varietas genjah dan padi gogo agar tanaman lebih tahan saat curah hujan berkurang,”
Selain varietas, petani juga menyiapkan infrastruktur sederhana untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.
Peran riset dan teknologi dari BRIN
Puji Lestari, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN, menegaskan peran benih unggul dalam menjaga ketahanan pangan nasional. BRIN fokus mengembangkan varietas berumur pendek dan berdaya hasil tinggi untuk mengurangi dampak kekeringan. Riset juga diarahkan pada efisiensi penggunaan air dan pemetaan risiko wilayah rentan.
“Varietas unggul dengan produktivitas tinggi dan teknologi budidaya yang tepat sangat menentukan keberhasilan peningkatan produksi,”
“Kami menyiapkan varietas unggul genjah dan teknologi hemat air agar petani tetap produktif saat kemarau. BRIN tengah memperkuat pemetaan wilayah rentan melalui pemanfaatan satelit beresolusi tinggi nasional,”
Kebutuhan infrastruktur dan koordinasi
Di samping varietas dan teknologi, petani menyampaikan kebutuhan infrastruktur sebagai prioritas. Masroni menyebut pembangunan sumur dalam dan dukungan listrik untuk pompa irigasi sebagai kebutuhan utama. Koordinasi antara pemerintah, lembaga riset, perbankan, dan petani dinilai penting untuk mempercepat perbaikan sistem produksi.
- Adopsi varietas genjah dan padi gogo
- Pembangunan sumur dalam dan listrik pertanian
- Pemetaan wilayah rentan lewat satelit beresolusi tinggi
- Riset efisiensi penggunaan air dan teknologi hemat air
Kesimpulannya, kenaikan produksi pangan didorong kombinasi harga pasar, ketersediaan pupuk, inovasi benih, dan kesiapan petani menghadapi perubahan iklim. Ke depan, peningkatan infrastruktur dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci menjaga momentum produksi menuju ketahanan pangan nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IHSG Menguat di Jeda Siang ke Level 6.482,57
IHSG menguat 80,68 poin ke 6.482,57 pada jeda siang 18 Agustus 2026, didorong sentimen domestik meski risiko...
Penertiban 1.000 Tambang Ilegal Dongkrak Kinerja PT Timah
Penutupan 1.000 tambang ilegal di Bangka Belitung meningkatkan produksi, penjualan, dan laba PT Timah pada S...
Industri TPT Masih Prospektif, Ekspor Capai USD4,85 Miliar
Menteri Perindustrian: industri TPT masih berpeluang tumbuh; ekspor Semester I 2026 mencapai USD4,85 miliar...
Emas Antam Naik Rp18.000, Harga 1 Gram Rp2.695.000 (18 Agustus 2026)
Emas Antam menguat Rp18.000 pada 18 Agustus 2026; harga 1 gram kini Rp2.695.000. Cek rincian harga per ukura...
Rupiah Dibuka Melemah, Terdorong Kekhawatiran Perang di Timur Tengah
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.846 per dolar AS, terdorong kekhawatiran eskalasi konflik Timur Tengah dan ken...
IHSG Dibuka Naik 0,95%: Investor Waspadai Geopolitik Timur Tengah
IHSG dibuka menguat 0,95% ke 6.462,58 pada 18 Agustus 2026; investor awasi risiko geopolitik Timur Tengah da...