DPR Dorong Pengembangan Kawasan Industri Merata di Luar Jawa
Anggota Komisi VII DPR, Bambang Haryo Soekartono, mendesak pengembangan kawasan industri dilakukan secara merata di Indonesia, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa. Pernyataan itu disampaikan pada 27 Juni 2026 terkait pembahasan RUU Kawasan Industri yang dinilai berpeluang mempercepat pemerataan industri di daerah kaya sumber daya.
Dorongan untuk pemerataan industri
Bambang menilai RUU Kawasan Industri harus menjadi momentum untuk mendistribusikan investasi ke berbagai provinsi. Tujuannya untuk memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan lapangan kerja, dan menurunkan ketergantungan ekonomi Jawa.
Dia menyebutkan pembangunan industri yang merata akan mendorong pemerataan ekonomi dan pengembangan wilayah.
Hambatan utama pengembangan
Menurut Bambang, pengembangan kawasan industri di Indonesia masih menghadapi beberapa kendala mendasar. Ia merinci masalah regulasi, energi, dan konektivitas sebagai hambatan utama.
- Tumpang tindih regulasi antarlembaga yang memperlambat perizinan;
- Keterbatasan pasokan energi dengan harga kompetitif untuk industri;
- Konektivitas logistik dan transportasi yang belum memadai di luar Jawa.
Fokus wilayah: contoh Pulau Sumatra
Bambang mencontohkan Pulau Sumatra sebagai wilayah yang memiliki ketersediaan sumber daya alam, bahan baku, dan energi melimpah. Namun potensi ini belum didukung infrastruktur logistik memadai untuk mendukung aktivitas industri besar.
Akibatnya, biaya distribusi menjadi tinggi dan daya saing kawasan industri menurun dibandingkan Jawa.
Kutipan anggota DPR
Kami ingin mendorong bagaimana kawasan industri bisa berkembang ke luar Jawa sehingga terjadi pemerataan
Dia menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah agar investasi dapat mengalir ke wilayah-wilayah berbasis sumber daya.
Dampak dan kebutuhan prioritas
Dengan infrastruktur yang memadai, daerah di luar Jawa bisa menyerap investasi manufaktur dan hilirisasi sumber daya. Hal ini berpotensi menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan industri lokal.
Prioritas yang disorot meliputi peningkatan jaringan jalan, pelabuhan, serta pasokan energi yang stabil dan murah.
Langkah selanjutnya
Bambang mendorong pembahasan RUU Kawasan Industri memuat solusi konkret untuk mengatasi tumpang tindih regulasi dan memperkuat infrastruktur. Implementasi RUU diharapkan membuka peluang bagi daerah untuk ikut berkembang secara berkelanjutan.
Jika hambatan teknis dan regulasi diselesaikan, pengembangan kawasan industri di luar Jawa berpeluang mempercepat pemerataan ekonomi nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...