Ekonomi

Kapal Pride Ditunda Melintas Selat Hormuz, Pertamina Utamakan Keselamatan

Bagikan:
Kapal tanker Pertamina di perairan sebagai simbol penundaan pelayaran di Selat Hormuz

PT Pertamina menunda keberangkatan kapal Pride setelah situasi keamanan di Selat Hormuz kembali memanas dalam beberapa hari terakhir. Penundaan diumumkan pada pekan ini meski proses perizinan kapal masih berjalan, dengan alasan keselamatan awak, muatan, dan armada.

Penundaan dan prioritas keselamatan

Keputusan menunda pelayaran diambil untuk memastikan keselamatan secara menyeluruh. Perusahaan menegaskan operasi dilaksanakan berdasarkan evaluasi risiko terkini dan kesiapan perizinan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa pihak perusahaan masih memproses izin Pride dan akan menilai kembali saat situasi di lapangan membaik.

"Kami berharap satu kapal kami lagi, yaitu Pride, sedang memproses, tapi tetap akan melihat faktor keselamatan awak, kargo, dan juga kapalnya sendiri. Jadi kami mohon doanya situasi bisa mereda dan kapal tersebut bisa melintas,"

Perizinan dan koordinasi lintas lembaga

Menurut Baron, peningkatan ketegangan di Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir menjadi pertimbangan utama menunda pengiriman kargo Pride. Perizinan masih dalam proses dan pelayaran hanya akan dilanjutkan jika dinilai aman.

Baron menegaskan muatan kapal tersebut direncanakan menuju Kilang Pertamina Cilacap jika pelayaran berhasil dilaksanakan secara aman.

"Nanti apabila sudah melintas, benar itu (isinya cargonya) adalah untuk di Kilang Cilacap," tegasnya.

Kronologi: pelayaran Gamsunoro dan pengawasan operasional

Pertamina sebelumnya berhasil mengirim kapal Gamsunoro melintasi Selat Hormuz. Keberhasilan itu terjadi melalui koordinasi intensif antara Pertamina, Kementerian Luar Negeri, dan pihak terkait di kawasan.

"Kapal Pertamina Gamsunoro telah melintasi Selat Hormuz dan Alhamdulillah ini merupakan atas koordinasi dengan para pihak termasuk kementerian luar negeri, pihak-pihak terkait lainnya,"

Pelaksana Tugas Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS), Vega Pita, menyatakan PIS memantau perkembangan keamanan kawasan selama satu bulan terakhir bersama otoritas terkait. Ia menjelaskan bahwa pemilihan waktu dan rute melewati Selat Hormuz dilakukan setelah penilaian risiko ketat.

"Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungannya selama ini. Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat.

Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab," ujar Vega.

Kapal Gamsunoro berangkat dari Teluk Arab pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 01.06 waktu Dubai. Selama pelayaran, PIS memantau operasi 24 jam melalui pusat krisis perusahaan secara real time.

Dampak dan rencana pengiriman

Pertamina menegaskan penundaan Pride bersifat sementara dan bergantung pada perkembangan keamanan di Selat Hormuz. Jika kondisi membaik dan izin lengkap, muatan akan dikirim ke Kilang Cilacap sesuai rencana operasional.

Perusahaan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menilai waktu pelayaran berikutnya dan memastikan semua persyaratan teknis, asuransi, dan kesiapan kru terpenuhi sebelum berangkat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait