Olahraga

Urin Positif Benzoylecgonine, Nick Kyrgios Dilarang Bertanding

Bagikan:
Nick Kyrgios saat bertanding; mendapat sanksi setelah sampel urin positif benzoylecgonine

Nick Kyrgios dijatuhi larangan bertanding setelah sampel urin yang diambil saat Mallorca Open dinyatakan positif mengandung zat terlarang. Pemeriksaan menunjukkan kandungan benzoylecgonine, yaitu metabolit kokain, sehingga ia sementara dilarang bermain, melatih, dan menghadiri ajang Grand Slam.

Sanksi dan ruang lingkup

Pihak berwenang menerapkan larangan setelah hasil tes keluar. Sanksi melarang Kyrgios tampil di turnamen, berperan sebagai pelatih, dan memasuki venue Grand Slam selama masa larangan. Larangan ini diberlakukan segera setelah pengumuman hasil pemeriksaan.

Hasil tes dan zat yang ditemukan

Sample urine diambil pada saat turnamen di Mallorca. Laboratorium menemukan jejak benzoylecgonine, yang merupakan metabolit dari kokain dan umum digunakan sebagai indikator paparan zat tersebut. Temuan inilah yang menjadi dasar sanksi sementara.

Reaksi Kyrgios

Mohon maaf kepada penggemar, keluarga, sponsor, serta anak-anak yang mengikuti saya. Saya kecewa terhadap dirinya sendiri,

Kyrgios menyampaikan permintaan maaf publik setelah sanksi diumumkan. Pernyataan itu menunjukkan penyesalan pribadi atas situasi yang menimpanya dan menjadi bagian utama reaksi awal dari pemain tersebut.

Dampak pada musim dan kondisi fisik

Musim ini Kyrgios baru memainkan empat pertandingan tunggal sebelum sanksi diberlakukan. Selain isu hasil tes, ia juga tengah berjuang pulih dari cedera lutut dan pernah mengalami masalah pergelangan tangan beberapa tahun terakhir. Kondisi fisik ini sudah membatasi jam bertandingnya sepanjang musim.

Sanksi menghentikan sementara aktivitas kompetitif Kyrgios dan menambah tekanan bagi kariernya yang sempat terganggu oleh cedera. Perkembangan lebih lanjut akan mengikuti pengumuman resmi pihak yang berwenang.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait