Prabowo Penuhi Janji, Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang
Presiden Prabowo Subianto tiba di Kompleks Pondok Pesantren Ulum Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Senin 31 Agustus 2026 sekitar pukul 10.08 WIB untuk menghadiri penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Kedatangan Kepala Negara ini menepati janji yang disampaikan saat pembukaan muktamar beberapa hari sebelumnya.
Kedatangan dan suasana di lokasi
Presiden turun dari kendaraan kepresidenan MV3 Garuda Limousine dan berjalan kaki menuju panggung acara sambil menyapa masyarakat sekitar. Ia mengenakan baju koko putih dan peci hitam, dan memberi salam kepada para tamu undangan yang hadir.
Menurut pantauan, rombongan tiba sekitar pukul 10.08 WIB. Kedatangan berjalan lancar dan disambut antusias oleh peserta serta hadirin yang berada di kompleks pesantren.
Deretan pejabat yang hadir
Selain Presiden, sejumlah menteri Kabinet Merah-Putih hadir untuk mengikuti penutupan muktamar. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan pemerintah terhadap kegiatan organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia itu.
- Menteri Agama Nasaruddin Umar
- Menteri Luar Negeri Sugiono
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
- Menko Pangan Zulkifli Hasan
- Mensesneg Prasetyo Hadi
- Mensos Saifullah Yusuf
- Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi
- Wamensesneg Juri Ardiantoro
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
- Menteri ATR/BPN Nusron Wahid
Janji Kartu Anggota NU yang ditepati
Pada pembukaan muktamar, Presiden sempat berkelakar soal keinginannya mendapatkan kartu anggota NU. Ia menyatakan menjadi bagian organisasi tersebut sebagai niat lama yang belum terealisasi, dan menyampaikan janji akan hadir pada penutupan jika kartu itu tersedia.
"Aku dari dulu minta Kartu NU, jadi masih utang sama saya ya. Kalau bisa sebelum penutupan muktamar lah kalau bisa. Kalau penutupan tanggal 31, kalau ada kartu anggota, aku datang lagi tanggal 31,"
Kehadiran Presiden pada penutupan ini menegaskan bahwa janji itu dipenuhi, meski belum ada konfirmasi publik tentang kepemilikan kartu anggota yang dimaksud.
Implikasi dan tindak lanjut
Kehadiran kepala negara dan jajaran menteri pada penutupan muktamar memperlihatkan hubungan aktif antara pemerintah dan organisasi keagamaan besar di tanah air. Hadirnya pejabat tinggi juga diharapkan memperkuat dialog kebangsaan dan kerja sama program sosial keagamaan ke depan.
Perkembangan soal Kartu Anggota NU dan langkah-langkah lanjutan dari pemerintah atau pengurus NU kemungkinan akan menjadi perhatian publik dan media dalam beberapa hari mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Komisi III: 13 Jenis Kejahatan Diusulkan Masuk RUU Perampasan Aset
Komisi III DPR sebut 13 jenis tindak pidana diusulkan masuk RUU Perampasan Aset; publik khawatir aturan bisa...
KPU Lantik 4 Pejabat Eselon I untuk Perkuat Kinerja Setjen
KPU melantik empat Pejabat Eselon I pada 26 Agustus 2026 untuk memperkuat kinerja Setjen dan tata kelola adm...
Menko Muhaimin: Pesantren Harus Kuasai AI dan Ekonomi Digital
Menko Muhaimin mendorong pesantren kuasai AI dan ekonomi digital untuk memperkuat pendidikan serta kemandiri...
Kemenekraf Perkuat Pelaku Ekraf Aceh Tamiang Pascabencana
Kemenekraf dan BSI beri literasi, pendampingan, pembiayaan relaksasi, dan modal Rp1 juta per pelaku untuk pe...
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU di Jombang
Presiden Prabowo bertolak ke Jombang untuk menutup Muktamar Ke-23 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakb...
Menteri PPPA: Anak Jangan Dilibatkan dalam Sengketa Sekolah Pamulang
Menteri PPPA Arifah Fauzi meminta anak tak dilibatkan dalam sengketa sekolah di Pamulang dan mengimbau agar...