Prabowo Hadiri Sidang Paripurna DPR pada Harkitnas 2026
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Rapat Paripurna DPR RI pada Rabu, 20 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Kehadiran Presiden dimaksudkan untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM), Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF), dan RAPBN Tahun Anggaran 2026-2027 kepada parlemen, kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Jadwal dan agenda rapat
Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan V tahun sidang 2025-2026 akan menjadi forum formal bagi pemerintah untuk menyerahkan dokumen perencanaan anggaran. Agenda utama adalah penyampaian KEM, PPKF, dan rancangan RAPBN 2026-2027 sebagai pengantar pembahasan APBN.
Alasan Presiden hadir
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Presiden memilih hadir karena tanggal rapat bertepatan dengan peringatan Harkitnas. Menurut Prasetyo, momentum itu perlu dimanfaatkan untuk menyatukan visi dan memperkuat perekonomian nasional di tengah ancaman krisis global.
Kebetulan tanggal 20 Hari Kebangkitan Nasional. Jadi Presiden ingin memanfaatkan momentum. Menyatukan pandangan dan kekuatan, sebagai satu bangsa terutama di dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita.
Respons DPR
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan kehadiran Presiden pada penyerahan KEM-PPKF kali ini menjadi hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selama ini, kata dia, penyerahan dokumen serupa biasanya dilakukan oleh Menteri Keuangan sebagai perwakilan pemerintah.
Saya baru cek tadi, mungkin ini baru pertama kali ya. Ini pengantar untuk penyusunan APBN 2026, jadi kehadiran Presiden boleh dilakukan langsung.
Dampak dan konteks kebijakan
Kehadiran Presiden pada penyerahan KEM-PPKF menandai upaya pemerintah mengedepankan koordinasi politik dan ekonomi menjelang pembahasan anggaran. Langkah ini juga dimaksudkan untuk memberi sinyal kesatuan kebijakan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selanjutnya, DPR dan pemerintah akan melanjutkan rangkaian pembahasan teknis RAPBN 2026-2027, termasuk pembahasan indikator makro, alokasi belanja, dan kebijakan fiskal yang diusulkan. Kehadiran Presiden diperkirakan akan mempercepat dialog politik tentang arah kebijakan anggaran tahun depan.
Berita Terkait
DPR dan Kemkominfo Dorong Ruang Digital Ramah Anak lewat PP TUNAS
Komisi I DPR dan Kemkominfo sosialisasikan PP TUNAS untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital mela...
Kemensos Salurkan Bantuan Lanjutan Pascabencana di Aceh, Sumut, Sumbar
Kemensos lanjutkan penyaluran bantuan pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar dengan skema rehabilitasi dan...
Mentan: Desa Kuat, Tak Bergantung pada Dolar AS
Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut penguatan dolar tak serta-merta mengancam desa karena pertanian kuat dan...
Mensos: Sekolah Rakyat Harus Akuntabel dan Bebas Korupsi
Mensos minta Sekolah Rakyat dijalankan akuntabel dan bebas korupsi; program beroperasi di 166 titik dengan t...
Bapanas Gandeng UNS Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Data
Bapanas dan FMIPA UNS teken kerja sama di Jakarta (19 Mei 2026) untuk perkuat ketahanan pangan lewat riset d...
Stok Beras Rekor 5,37 Juta Ton, Pemerintah Antisipasi Kemarau 2026
Stok beras nasional mencapai 5,37 juta ton per 18 Mei 2026, rekor baru; pemerintah perkuat cadangan menjelan...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!