BNPB: Banjir Rendam Rumah di Tiga Provinsi, Ribuan Warga Terdampak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Akibat luapan sungai, ribuan rumah dan beberapa fasilitas publik terendam sehingga sebagian warga harus mengungsi. BNPB menyampaikan data dan perkembangan penanganan melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan.
Dampak per provinsi
Di Sulawesi Tengah, banjir menerjang Desa Tuladenggi Pantai, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong pada Senin (18/5). Bencana ini berdampak langsung pada 66 jiwa dan merendam 66 rumah, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas ibadah, serta satu fasilitas umum.
Di Kalimantan Selatan, dua kabupaten terdampak yakni Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Di Kabupaten Tapin, banjir merendam 155 rumah di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan dengan jumlah terdampak mencapai 589 jiwa.
Sementara itu di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, banjir meluas ke tiga kecamatan dan berdampak pada:
- 2.489 rumah warga;
- 12 fasilitas ibadah;
- 13 fasilitas pendidikan;
- 15 perkantoran.
Ketinggian muka air di wilayah ini dilaporkan berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter.
Di Jawa Barat, banjir akibat meluapnya sungai menggenangi pemukiman di empat kecamatan di Kabupaten Cirebon. Dampaknya mencapai 1.363 rumah dan 5.139 jiwa, dengan 30 warga yang memilih mengungsi ke rumah kerabat.
Status penanganan dan evakuasi
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan petugas BPBD setempat melakukan penanganan darurat dan evakuasi. Kondisi di Parigi Moutong dan Cirebon dilaporkan mulai berangsur surut per Selasa, 19 Mei 2026.
"Banjir mengakibatkan rumah warga dan fasilitas umum terendam. Serta menyebabkan sebagian warga harus mengungsi," kata Abdul Muhari, Selasa, 19 Mei 2026.
Meski muka air turun di beberapa lokasi, tim BPBD terus melakukan pemeriksaan lokasi rawan dan membantu warga kembali ke tempat aman bila kondisi memungkinkan.
Imbauan BNPB
BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke lokasi aman apabila hujan deras berlangsung lama.
Imbauan ini juga mencakup kesiapsiagaan sederhana, seperti menyiapkan dokumen penting, stok kebutuhan darurat, dan menjaga komunikasi dengan petugas setempat.
BNPB dan BPBD daerah terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai untuk mengantisipasi potensi banjir susulan serta memberikan informasi penanganan secara berkala kepada masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PPKI: Langkah Awal Pembentukan Negara Pasca Proklamasi
PPKI menggelar sidang pertama pada 18 Agustus 1945 dan menetapkan UUD 1945, Soekarno-Hatta, serta pembentuka...
18 Agustus: Hari Konstitusi dan Hari Penelitian Kanker Payudara
18 Agustus 2026 diperingati sebagai Hari Konstitusi RI dan World Breast Cancer Research Day, sementara HUT M...
DKI Kirim Tenaga Medis dan Rp3,8 M Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Pemprov DKI mengirim tenaga kesehatan dan bantuan Rp3,8 miliar untuk korban gempa NTT; dana dari ASN dan aja...
Basarnas Evakuasi 3 Korban Gempa M7,7 di Manggarai Timur
Basarnas mengevakuasi tiga korban gempa M7,7 di Manggarai Timur pada 18 Agustus 2026; semua korban dirujuk k...
Menpora Maknai HUT ke-81 RI: Keberanian Kibarkan Merah Putih
Menpora Erick Thohir memaknai HUT ke-81 RI sebagai keberanian mengibarkan Merah Putih di panggung internasio...
UMN Latih Wirausaha Muda Sablon di Curug Sangereng
UMN melatih 23 anggota Karang Taruna Desa Curug Sangereng dalam sablon manual dan desain digital berbasis AI...