DKI Kirim Tenaga Medis dan Rp3,8 M Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Pemprov DKI Jakarta mengirim tenaga kesehatan ke Nusa Tenggara Timur dan menyalurkan bantuan dana Rp3,8 miliar untuk korban gempa. Gubernur DKI, Pramono Anung, menyatakan dana tersebut berasal dari penggalangan sukarela Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pihaknya juga meminta keterlibatan corporate social responsibility (CSR) BUMD.
Bantuan dana dan tenaga kesehatan
Pramono menyebut total dana yang terkumpul dari ASN mencapai Rp3,8 miliar per Selasa, 8 Agustus 2026. Selain dana, Pemprov telah memberangkatkan beberapa tenaga kesehatan untuk membantu penanganan korban di lapangan.
Jadi, dana yang terkumpul kemarin untuk DKI Jakarta sudah Rp 3,8 miliar. Itu terkumpul dari ASN.
Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan medis dan meringankan beban korban pascagempa. Pengiriman tenaga kesehatan difokuskan pada pertolongan pertama, pemeriksaan, dan bantuan kesehatan dasar.
Ajakan melibatkan BUMD melalui CSR
Gubernur juga mendorong BUMD agar ikut menyumbang melalui program CSR. Ia berharap dukungan korporasi daerah menambah sumber daya untuk pemulihan jangka pendek dan jangka menengah.
Saya yakin hari ini kita akan lebih karena memang saya sudah minta kepada CSR yang ada di BUMD juga ikut. Dan kita juga sudah memberangkatkan beberapa orang untuk tim kesehatan yang secara langsung turun ke lapangan.
Pramono menegaskan penggalangan dari ASN bersifat sukarela. Pembentukan dana tambahan dari BUMD ditujukan agar respons bantuan lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Kesiapsiagaan infrastruktur oleh Kementerian PU
Sementara itu, Kementerian PU menegaskan kesiapan menangani dampak infrastruktur akibat gempa. Menteri menyampaikan komitmen mempercepat pemulihan agar aktivitas warga NTT segera kembali normal.
Kementerian PU telah hadir, membuka kembali jalan untuk pulang, memulihkan air untuk kehidupan, menyiapkan hunian. Membuat sekolah dapat digunakan kembali, dan membantu masyarakat menata hidupnya lagi.
Tindakan prioritas meliputi membuka akses jalan yang terputus, memperbaiki layanan air bersih, menyiapkan hunian sementara, dan memulihkan fasilitas pendidikan.
Proyeksi dan langkah selanjutnya
Upaya pemulihan diperkirakan berjalan bertahap. Selain distribusi dana dan tenaga medis, koordinasi lintas instansi dan dukungan BUMD diperlukan untuk rekonstruksi jangka panjang.
Warga dan pihak terkait diharapkan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan bantuan terdistribusi merata dan program pemulihan berjalan efektif.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling di Posko Gempa NTT
Pemerintah menggelar trauma healing dan perpustakaan keliling di posko GOR Samador, Sikka pada 19 Agustus 20...
UKWR ke-54: RRI Tingkatkan Profesionalisme Jurnalis
RRI menggelar UKWR ke-54 pada 19-20 Agustus 2026 di Auditorium M untuk meningkatkan profesionalisme 71 jurna...
KRI Bung Hatta Kirim Bantuan Logistik ke Manggarai NTT
KRI Bung Hatta berangkat 18 Agustus 2026 dari Labuhan Bajo ke Reok membawa logistik untuk korban gempa 7,7 d...
Polri Kirim Logistik untuk Korban Gempa Flores, Ini Daftar Bantuannya
Polri mengirim bantuan logistik ke Pulau Flores pada 18–19 Agustus 2026: beras, minyak, sembako, dan mainan...
BGN Siagakan SPPG, Prioritaskan Warga dan Kelompok Rentan di NTT
BGN perintahkan SPPG tingkatkan kesiapsiagaan di NTT agar distribusi makanan dan pemenuhan gizi warga terdam...
TNI AU Kerahkan 6 Pesawat Angkut Kirim Bantuan ke NTT
TNI AU mengerahkan enam pesawat angkut sejak 17 Agustus 2026 untuk mengirim bantuan logistik ke Labuan Bajo...