UMN Latih Wirausaha Muda Sablon di Curug Sangereng
Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar pelatihan sablon bagi generasi muda di Desa Curug Sangereng, Kabupaten Tangerang, pada 2026. Kegiatan ini didanai Hibah Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026 dan diikuti sekitar 23 anggota Karang Taruna. Tujuan program ialah memperkuat keterampilan desain dan produksi sablon untuk membuka peluang kerja dan wirausaha lokal.
Pelatihan dan peserta
Program dilaksanakan untuk anggota Karang Taruna setempat dengan metode pembelajaran partisipatif. Peserta mengikuti diskusi kelompok, praktik langsung, dan pendampingan dari dosen serta mahasiswa UMN. Kegiatan berlangsung intensif guna mempercepat penguasaan keterampilan teknis dan kolaborasi tim.
Materi dan metode pelatihan
Materi meliputi ilustrasi manual, desain digital berbasis artificial intelligence (AI), teknik sablon manual, dan pengoperasian mesin press. Ilustrasi manual disampaikan oleh Dosen Desain Komunikasi Visual UMN, Tomy Fasial Alim. Sedangkan topik desain digital berbasis AI dibawakan oleh Dosen Ilmu Komunikasi UMN, Indiwan Seto Wahyu.
"Pelatihan ini dirancang untuk membekali anggota Karang Taruna dengan kemampuan ilustrasi. Serta teknik cetak sablon secara manual maupun digital," ujar Rezki Gautama, Ketua Tim Pelaksana, Selasa 18 Agustus 2026.
Peran AI dalam proses desain
Menurut instruktur, pemanfaatan AI mempercepat eksplorasi ide visual dan mengoptimalkan kualitas gambar. Teknologi ini membantu mengubah desain menjadi vektor siap cetak, memisahkan warna, menghapus latar belakang, serta membuat mockup produk. Proses tersebut mendorong efisiensi sehingga pelaku usaha bisa fokus pada produksi dan pemasaran.
"AI dapat mempercepat eksplorasi ide visual, meningkatkan kualitas gambar secara otomatis, dan mengubah desain menjadi format vektor siap cetak," kata Indiwan Seto Wahyu.
Dampak penguatan kapasitas dan kompetensi
Selain keterampilan teknis, peserta menerima penguatan komunikasi dan kerja sama tim. Pendekatan ini diarahkan untuk membentuk pribadi kreatif, produktif, dan adaptif yang siap bersaing di pasar kerja. Ketua Karang Taruna Desa Curug Sangereng, Arsudin, menyambut program ini sebagai langkah penting untuk meningkatkan kompetensi generasi muda.
Hubungan dengan tujuan pembangunan
Kegiatan menjadi bagian dari kontribusi UMN terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 8 mengenai Pekerjaan Layak serta Pertumbuhan Ekonomi. Dengan keterampilan baru, diharapkan peserta dapat memulai usaha sablon atau memperoleh pekerjaan yang lebih layak.
Ke depan, program serupa dapat direplikasi di desa lain untuk memperluas dampak pemberdayaan. Pendampingan lanjutan dan akses pasar menjadi langkah berikutnya agar keterampilan teknis berujung pada peluang ekonomi nyata.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
UMN Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Serdang Wetan Lewat Program PDB
UMN menggelar Program PDB di Desa Serdang Wetan Agustus 2026 untuk memperkuat produksi, manajemen, dan pemas...
Kebakaran Pabrik ATK di Bekasi Utara Berhasil Dipadamkan
Kebakaran pabrik ATK di Kaliabang, Bekasi Utara pada 17 Agustus 2026 berhasil dipadamkan; 10 mobil damkar di...
Bulog Pastikan Stok Pangan NTT Aman, Siapkan 20 Ton Beras per Kabupaten
Bulog pastikan stok beras 35–37 ribu ton di NTT; setiap kabupaten diminta sediakan 20 ton beras dan 1.000 li...
Sandri Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Gempa NTT
Sandri memuji respons cepat Polri setelah gempa magnitudo 7,7 di NTT; 845 personel dan logistik dikerahkan u...
Granat Tangan Diduga Buatan Inggris Ditemukan di Bekasi
Granat tangan diduga buatan Inggris ditemukan di Bekasi pada 17 Agustus 2026; tim jibom evakuasi ke Markas G...
Kemendag Salurkan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT
Kemendag menyalurkan Rp250 juta melalui program "Kemendag Peduli" sebagai bantuan awal untuk korban gempa NT...