Junaidi: Pertumbuhan Ekonomi Harus Tingkatkan Kesejahteraan
Anggota Komisi XI DPR Ahmad Junaidi Lauly menegaskan pemerintah harus menargetkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Junaidi mendorong kementerian dan lembaga menerjemahkan arahan presiden menjadi program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Prioritas kebijakan fiskal
Junaidi mengatakan kebijakan fiskal perlu merespons arahan presiden terkait kesejahteraan rakyat dan ketahanan pangan. Menurutnya, arah kebijakan harus konkret sehingga anggaran negara benar-benar sampai ke sasaran.
Ia merangkum empat perhatian utama yang semestinya menjadi pedoman pelaksanaan kebijakan pemerintah.
- Pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inklusif;
- Pemerataan kesejahteraan sosial bagi masyarakat luas;
- Penggunaan anggaran yang menghasilkan dampak langsung kepada rakyat; dan
- Disiplin pengelolaan anggaran di tengah ketidakpastian global.
"Maka kami berharap yang pertama, ke depan, ini harus berusaha untuk mentargetkan pertumbuhan ekonomi dengan kuat dan inklusif. Yang kedua, tentu bagaimana semuanya berusaha untuk pemerataan kesejahteraan sosial, atau kesejahteraan rakyat,"
Dampak anggaran dan disiplin fiskal
Lebih lanjut, Junaidi menekankan setiap program kementerian dan lembaga harus memberi dampak positif secara langsung kepada masyarakat. Ia meminta agar penggunaan anggaran diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata, bukan sekadar angka di atas kertas.
Junaidi juga mengingatkan pentingnya disiplin fiskal. Menurutnya, kondisi geopolitik dan dinamika ekonomi global memerlukan pengelolaan anggaran yang lebih hati-hati agar ketahanan fiskal dan program sosial tetap terjaga.
Harapan dan langkah ke depan
Anggota legislatif dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap seluruh elemen terkait dapat bekerja sama untuk mewujudkan tujuan tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi antarinstansi penting agar kebijakan menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
"Empat hal itu yang ingin kami tekankan. Kami berharap seluruh elemen harus bahu-membahu untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan-harapan rakyat,"
Pernyataan Junaidi mempertegas tuntutan agar target pertumbuhan tidak hanya tinggi secara makro, tetapi juga inklusif dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ke depan, fokus pada penerjemahan arahan kebijakan menjadi program operasional akan menjadi penentu sejauh mana tujuan kesejahteraan dapat terealisasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Arjan: Pengaruh Multatuli pada Buku tentang Lebak dan Kolonialisme
Arjan menyebut gaya non-linear Multatuli memengaruhi cara ia menulis buku tentang Lebak dan kolonialisme, di...
Sejarah Hari Pramuka: Mengapa 14 Agustus Diperingati?
Hari Pramuka diperingati tiap 14 Agustus untuk mengenang pengukuhan Gerakan Pramuka pada 1961 dan perannya d...
Muzani: Etika Jadi Syarat Kritik dalam Demokrasi
Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan kritik dalam demokrasi harus disampaikan dengan etika, tanggung jawab, dan...
14 Agustus: Daftar Peringatan dan Peristiwa Bersejarah
14 Agustus menandai Hari Pramuka, Hari Kaligrafi Sedunia, kemerdekaan Pakistan, dan momen akhir Perang Dunia...
Aksi Damai di Gerbang Pemuda GBK, Lalu Lintas Mulai Padat
Aksi damai sejak 10.45 WIB di Gerbang Pemuda GBK membuat arus menuju Jalan Gerbang Pemuda padat; Polda Metro...
Kejar Target 8% pada 2029, DPR Minta Perkuat Koordinasi Pemerintah
DPR minta pemerintah perkuat koordinasi dan percepat pelaksanaan program agar target pertumbuhan 8% pada 202...