Muzani: Etika Jadi Syarat Kritik dalam Demokrasi
Ketua MPR Ahmad Muzani
Pesan utama: kritik dengan budi dan bahasa
Muzani mengatakan perbedaan pendapat adalah bagian wajar dari demokrasi. Namun, menurutnya cara penyampaian sama pentingnya dengan isi kritik itu sendiri. Perbedaan harus disampaikan dengan budi bahasa dan tanggung jawab, kata Muzani saat memberi pidato pada sidang tahunan tersebut.
"Kita boleh berbeda pandangan. Tetapi perbedaan itu hendaknya disampaikan dengan cara, budi, dan bahasa yang baik."
Mengutip karya klasik sebagai pengingat
Dalam sambutannya, Muzani mengambil rujukan sastra lokal untuk menguatkan pesannya. Ia mengutip bait dari pujangga Melayu asal Pulau Penyengat, Raja Ali Haji, dalam Gurindam Dua Belas.
Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa.
Rujukan itu ia gunakan untuk menekankan bahwa akhlak komunikasi publik sama pentingnya dengan kebebasan berekspresi.
Mengapa etika penting bagi ketahanan demokrasi
Muzani mengingatkan bahwa demokrasi tidak menjadi lebih kuat jika masyarakat semakin keras saat menyampaikan pendapat. Sebaliknya, ketahanan sistem politik bergantung pada kualitas argumentasi dan tanggung jawab penyampaiannya.
Demokrasi akan kuat jika kebebasan berbicara disertai tanggung jawab, jika kemerdekaan berbicara disampaikan dengan argumentasi, dan jika perbedaan tidak dijadikan alasan untuk melakukan penghinaan.
Dengan kata lain, kebebasan berpendapat tanpa kontrol etis berisiko merusak kohesi sosial dan ruang dialog publik.
Konteks sidang dan agenda selanjutnya
Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 merupakan bagian rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada rangkaian sidang ini, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan yang memaparkan capaian pembangunan dan arah kebijakan pemerintah ke depan.
Pesan Muzani soal etika publik menempatkan tanggung jawab komunikasi sebagai syarat agar kebebasan berpendapat tidak berubah menjadi alat penghinaan. Pernyataan itu juga menjadi pengingat bagi tokoh publik dan warga agar menjaga kualitas wacana dalam momen-momen politik penting.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Arjan: Pengaruh Multatuli pada Buku tentang Lebak dan Kolonialisme
Arjan menyebut gaya non-linear Multatuli memengaruhi cara ia menulis buku tentang Lebak dan kolonialisme, di...
Sejarah Hari Pramuka: Mengapa 14 Agustus Diperingati?
Hari Pramuka diperingati tiap 14 Agustus untuk mengenang pengukuhan Gerakan Pramuka pada 1961 dan perannya d...
Junaidi: Pertumbuhan Ekonomi Harus Tingkatkan Kesejahteraan
Ahmad Junaidi minta pemerintah targetkan pertumbuhan inklusif dan arahkan anggaran untuk manfaat nyata demi...
14 Agustus: Daftar Peringatan dan Peristiwa Bersejarah
14 Agustus menandai Hari Pramuka, Hari Kaligrafi Sedunia, kemerdekaan Pakistan, dan momen akhir Perang Dunia...
Aksi Damai di Gerbang Pemuda GBK, Lalu Lintas Mulai Padat
Aksi damai sejak 10.45 WIB di Gerbang Pemuda GBK membuat arus menuju Jalan Gerbang Pemuda padat; Polda Metro...
Kejar Target 8% pada 2029, DPR Minta Perkuat Koordinasi Pemerintah
DPR minta pemerintah perkuat koordinasi dan percepat pelaksanaan program agar target pertumbuhan 8% pada 202...