Indonesia Jajaki Pengalaman India untuk Bangun Infrastruktur Publik Digital
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengatakan Indonesia menjajaki pengalaman India dalam membangun infrastruktur publik digital untuk mendukung integrasi layanan publik. Pernyataan itu disampaikan saat audiensi dengan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
Mengapa Indonesia perlu "rel" digital
Nezar menyatakan pemerintah sedang membangun fondasi atau "rel" digital yang memungkinkan layanan publik berjalan lebih terintegrasi. Infrastruktur ini diarahkan untuk menghubungkan berbagai aplikasi dan sistem kementerian sehingga pertukaran data dan layanan dapat berlangsung lancar.
"Indonesia memiliki kebutuhan serupa untuk memiliki infrastruktur publik digital yang kuat. Saat ini, kami sedang mengupayakannya,"
Belajar dari pengalaman India
Dalam pertemuan itu, Indonesia melihat praktik India sebagai referensi yang dapat disesuaikan dengan kondisi domestik. Nezar mengatakan pengalaman India dalam menghadirkan sistem terintegrasi dapat menjadi titik awal untuk pengembangan skema serupa di Indonesia.
"Kami belajar dari sistem yang diterapkan di India agar bisa diadaptasikan di Indonesia,"
Komponen utama 'rel' digital
Menurut Nezar, penguatan rel digital mencakup beberapa komponen penting. Ketiga komponen itu akan menjadi fokus awal untuk memastikan interoperabilitas antar layanan publik.
- Sistem identifikasi
- Sistem pembayaran
- Platform pertukaran data antar lembaga
Dengan integrasi komponen tersebut, layanan publik diharapkan lebih efisien dan lebih mudah diakses masyarakat.
Langkah awal dan tantangan integrasi
Nezar menekankan bahwa salah satu tantangan utama adalah keberadaan sistem yang masih terpisah antar kementerian dan lembaga. Integrasi teknis dan tata kelola data menjadi hal krusial agar inisiatif berjalan efektif.
"Beberapa kementerian dan lembaga masih memiliki sistem secara terpisah. Sehingga integrasi menjadi hal yang krusial,"
Ia berharap kerja sama bilateral dapat ditindaklanjuti lewat program konkret setelah pertemuan para pemimpin kedua negara, termasuk pengembangan aplikasi dan layanan pemerintah dalam ekosistem yang lebih terhubung.
Prospek ke depan
Jika langkah adaptasi dan kerja sama berjalan, Indonesia berpotensi mempercepat digitalisasi layanan publik dengan mengurangi duplikasi sistem dan mempercepat layanan kepada warga. Pemerintah akan melanjutkan penjajakan teknis dan regulasi agar percontohan praktik India dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...
Karhutla Tersisa 96,07 Ha di Enam Provinsi, BNPB Catat Penurunan
BNPB: karhutla tersisa 96,07 ha di enam provinsi per 28 Sep 2026, turun dari 158,36 ha sehari sebelumnya.