Ekonomi

IHSG Diperkirakan Konsolidasi, Analis Waspadai Fluktuasi Tinggi

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG dan angka alokasi APBN 2027

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berkonsolidasi pada perdagangan Rabu, 30 September 2026, setelah penutupan hari sebelumnya melemah 0,43% ke level 6.121,70. Pelemahan disertai aksi jual asing dan tekanan nilai tukar, sehingga analis memperingatkan potensi fluktuasi tinggi di hari terakhir triwulan III.

Pergerakan pasar dan sentimen

Pada perdagangan Selasa, investor asing melakukan net sell sekitar Rp536,70 miliar. Saham-saham yang paling banyak dijual adalah:

  • BMRI
  • TLKM
  • BBCA
  • PTBA
  • ADRO

Nilai tukar rupiah juga menekan pasar; pada sesi sebelumnya rupiah sempat menembus Rp18.031 per dolar AS. Dengan kondisi ini, Tim Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan rentang konsolidasi IHSG hari ini antara 6.050-6.200.

"IHSG hari ini cenderung berkonsolidasi pada kisaran 6.050-6.200,"

Peran APBN 2027 terhadap pasar

Tim Phintraco memperingatkan kemungkinan peningkatan volatilitas seiring pengesahan Rancangan Undang-Undang APBN 2027 menjadi Undang-Undang. Menurut analis, postur anggaran memiliki implikasi langsung pada sentimen domestik dan prospek pertumbuhan.

"Namun terdapat perubahan dari target pendapatan dan belanja negara,"

Dalam kesepakatan terbaru, defisit fiskal dipertahankan sesuai usulan awal, yaitu sebesar Rp671,16 triliun atau setara 2,4% dari PDB. Target pendapatan dan belanja negara juga direvisi menjadi:

  • Pendapatan negara: Rp3.435,10 triliun (naik dari Rp3.426,03 triliun)
  • Belanja negara: Rp4.106,26 triliun (naik dari Rp4.097,19 triliun)

"Postur APBN 2027 menunjukkan ekspansi fiskal yang relatif terjaga,"

Rincian alokasi anggaran utama

Phintraco mencatat kenaikan belanja terutama pada pos Kementerian/Lembaga, sementara transfer ke daerah dan target keseimbangan primer relatif stabil. Beberapa alokasi utama APBN 2027 adalah sebagai berikut:

Pos Anggaran Nilai (triliun Rp)
Pendidikan 824,0
Perlindungan Sosial 539,7
Kesehatan 244,9
Ketahanan Pangan Nasional 195,3

Risiko dan prospek

Tim Phintraco menilai APBN 2027 dapat menjaga dukungan fiskal untuk pertumbuhan domestik, terutama melalui dorongan konsumsi dan investasi. Namun analis mengingatkan risiko yang masih ada.

"Namun tetap perlu memperhatikan ruang fiskal dan kebutuhan pembiayaan karena defisit masih relatif besar,"

Ketidakpastian kondisi global menjadi faktor penambah beban fiskal. Karena itu, pasar diperkirakan bergerak hati-hati dan rentan terhadap lonjakan volatilitas menjelang penutupan triwulan.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait