Langit Oktober: 'Bintang Iblis' Algol dan Nebula Kepala Penyihir
Langit malam pada bulan Oktober menawarkan dua objek menarik yang mudah dicari: Algol atau "Bintang Iblis" dan Nebula Kepala Penyihir (IC 2118). Fenomena ini paling jelas terlihat pada waktu tertentu dan layak diamati dengan teropong atau teleskop.
Algol: "Bintang Iblis" yang berubah kecerahan
Mengutip NASA, Selasa, 29 September 2026, Algol berada di rasi Perseus dan mulai terlihat sekitar pukul 21.00 di arah timur laut. Di area yang sama juga tampak rasi Cassiopeia dan Andromeda.
Algol terkenal karena kecerahannya yang berubah berkala sehingga mendapat julukan "mata Medusa". Sistem ini terdiri dari tiga bintang, dengan dua bintang saling mengorbit yang menyebabkan terjadi gerhana antaranggota.
Perubahan kecerahan tercatat turun dari magnitudo 2,1 menjadi 3,4 kira-kira setiap tiga hari. Data dari Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) menunjukkan pola fluktuasi yang konsisten, menjadikan Algol contoh sistem bintang berubah yang mudah dipelajari.
Pengamat dapat membandingkan kecerahan Algol dengan bintang Almach di rasi Andromeda menggunakan teleskop kecil atau binokular. Perbandingan visual ini membantu melihat perubahan magnitudo secara langsung.
Nebula Kepala Penyihir (IC 2118)
Nebula yang juga dikenal sebagai Witch Head Nebula ini terletak di antara rasi Eridanus dan Orion, dengan jarak sekitar 900 tahun cahaya dari Bumi. IC 2118 merupakan nebula refleksi yang cahayanya berasal dari pantulan bintang Rigel.
Karena sumber cahayanya merupakan pantulan, nebula ini sulit terlihat dengan mata telanjang. Observasi terbaik dilakukan dengan teleskop berdiameter besar dan pembesaran rendah, di lokasi dengan kondisi langit yang gelap.
Objek terkait tema "penyihir" dan tips pengamatan
Selain Nebula Kepala Penyihir, pengamat juga bisa mencari objek bertema serupa, yakni Witch's Broom atau Sapu Penyihir yang berada di Nebula Western Veil dalam rasi Cygnus.
- Waktu terbaik: malam pekan Oktober, mulai sekitar pukul 21.00.
- Lokasi di langit: Algol di rasi Perseus (timur laut); IC 2118 antara Eridanus dan Orion.
- Peralatan: binokular atau teleskop kecil untuk Algol; teleskop berdiameter besar dan pembesaran rendah untuk IC 2118.
- Kondisi: cari lokasi dengan polusi cahaya minimal untuk mengamati nebula refleksi.
Fenomena ini memberi kesempatan bagi pengamat amatir untuk membandingkan bintang variabel dan objek nebulosa dalam satu musim. Dengan peralatan sederhana dan langit gelap, dua objek bertema "penyihir" ini menjadi tontonan langit malam yang menarik.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Cygnus XL Naikkan Orbit ISS, Siapkan Kedatangan Crew-13
Cygnus XL menaikkan orbit ISS pada 27 Sept 2026 lewat manuver 18 menit untuk mempersiapkan kedatangan Crew-1...
Untirta Didorong Siapkan SDM Hadapi Perubahan Industri
Lamhot Sinaga mendorong Untirta siapkan lulusan adaptif menghadapi AI, otomasi, dan ekonomi digital untuk ke...
Dari Lapangan Basket ke Kokpit Turkish Airlines
Alumni PENABUR Gerard Sahanaja beralih dari pemain basket SMA menjadi pilot Turkish Airlines dengan nilai-ni...
Indonesia dan Rusia Jajaki Kerja Sama Satelit dan AI
Indonesia dan Rusia menjajaki kerja sama satelit dan AI guna memperkuat transformasi digital dan memperluas...
PLN Diminta Siapkan 25.297 MW untuk Data Center hingga 2034
PLN perlu menyiapkan hingga 25.297 MW listrik untuk data center pada 2034, dengan strategi "early alignment"...
Kuda Nil yang Tinggal di Air Laut Ditemukan di Guinea-Bissau
Kepulauan Bijagós di Guinea-Bissau menjadi satu-satunya tempat kuda nil hidup hampir sepanjang waktu di air...