Kesiapsiagaan Saat Gempa Malam dan Dini Hari
Gempa bisa terjadi kapan saja, termasuk saat malam atau dini hari. Jika gempa terasa saat tidur, tetap tenang, lindungi kepala dan tubuh, lalu ikuti prosedur evakuasi jika bangunan rusak atau ada potensi tsunami.
Langkah cepat saat gempa terjadi
Ketika guncangan terjadi di tempat tidur, jangan langsung berlari keluar rumah. Prioritaskan perlindungan diri untuk mengurangi risiko tertimpa benda jatuh.
BMKG merekomendasikan metode Drop, Cover, Hold On sebagai langkah perlindungan dasar. Ikuti urutan ini dengan tenang dan terkoordinasi.
- Drop: Merunduk untuk mengurangi kemungkinan terkena benda yang jatuh.
- Cover: Lindungi kepala dan tubuh, cari perlindungan di bawah meja atau benda kokoh.
- Hold On: Berpegangan pada meja atau tempat perlindungan sampai guncangan berhenti.
"Merunduk, berlindung, kemudian bertahan sampai guncangan berhenti."
Setelah guncangan berhenti
Periksa kondisi diri dan keluarga. Jika bangunan retak atau rusak, segera keluar dengan tertib melalui tangga biasa.
Hindari penggunaan lift karena listrik padam atau struktur bisa berubah setelah gempa. Waspadai juga gempa susulan dan jangan kembali masuk ke bangunan yang rusak.
Arah evakuasi untuk yang di luar dan di pesisir
Jika berada di luar, jauhi bangunan, tiang listrik, pohon, dan benda yang bisa roboh. Perhatikan kondisi tanah dan hindari area retak.
Bagi warga pesisir, bila gempa terasa kuat segera menjauh dari pantai dan pindah ke tempat lebih tinggi. Lakukan evakuasi cepat jika ada peringatan tsunami.
Informasi resmi dan persiapan sebelum bencana
Cari informasi gempa dan potensi tsunami melalui kanal resmi, misalnya BMKG. Hindari menyebarkan kabar yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan kepanikan.
- Kenali jalur evakuasi dan titik kumpul sebelum bencana.
- Siapkan perlengkapan darurat sederhana di dekat tempat tidur (senter, obat, sepatu).
- Latih keluarga menerapkan Drop, Cover, Hold On secara berkala.
Intinya, saat gempa malam atau dini hari: jangan panik, lindungi kepala, berlindung di tempat kokoh, bertahan sampai guncangan berhenti, lalu evakuasi secara tertib jika diperlukan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Elektrifikasi Dorong Ekonomi Desa, Omzet Warung dan Panen Naik
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengatakan elektrifikasi meningkatkan produktivitas dan omzet usaha desa, de...
Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq yang Jadi Tersangka KPK
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia enggan komentar setelah KPK tetapkan Fahd A Rafiq tersangka kasus OTT HGB Summ...
Kementan Negosiasikan Ekspor Karkas Ayam ke Arab Saudi
Kementan menegosiasikan ekspor karkas ayam ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jemaah umrah dan haji, den...
Pengamat Minta Anggaran Keselamatan Transportasi Tak Dipangkas
Pengamat minta anggaran keselamatan transportasi dipertahankan setelah beberapa kecelakaan kapal; sorotan ju...
KUR Perumahan Serap Rp25,29 T, 86 Ribu Rumah Direnovasi
KUR Perumahan terserap Rp25,29 triliun per 16 Sept 2026; 108.000 penerima dan 86.000 rumah direnovasi, plafo...
BGN Perkuat Regulasi untuk Pastikan Pelaksanaan Program MBG
BGN memperkuat regulasi MBG agar pelaksanaan program jelas, terukur, dan konsisten hingga tingkat layanan ma...