Nasional

KUR Perumahan Serap Rp25,29 T, 86 Ribu Rumah Direnovasi

Bagikan:
Menteri Perumahan Maruarar Sirait menjelaskan serapan KUR Perumahan pada konferensi pers

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan mencapai Rp25,29 triliun per 16 September 2026. Program ini telah dinikmati sekitar 108.000 masyarakat dan telah memfasilitasi renovasi sekitar 86.000 rumah di berbagai daerah.

Serapan, cakupan, dan angka renovasi

Data yang disampaikan Menteri Ara menunjukkan program KUR Perumahan menjadi jalur pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hingga pertengahan September, 86.000 rumah tercatat mendapatkan bantuan renovasi melalui skema ini.

Maruarar memperkirakan angka tersebut masih akan bertambah sampai akhir tahun. Dia yakin jumlah rumah yang direnovasi akan menembus 100.000 sebelum tahun berjalan usai.

Manfaat untuk UMKM dan akses pembiayaan

Ara mengatakan mayoritas penerima manfaat berasal dari kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan pembiayaan untuk kebutuhan hunian. Menurutnya, keberadaan KUR Perumahan membuka akses pembiayaan yang sebelumnya sulit dijangkau masyarakat kecil.

Program ini bisa membantu rakyat merenovasi rumahnya sebanyak 86.000 rumah, belum lagi yang membangun atau membeli rumah. Kalau tidak ada program ini, artinya yang merenovasi berkurang 86.000 kalau tidak ada program ini

Skema baru dalam KUR dan kebijakan plafon

Maruarar menegaskan KUR Perumahan adalah inovasi baru dalam skema KUR yang belum pernah ada sebelumnya. Ia menyebut program ini diperkenalkan pada pemerintahan Presiden Prabowo sebagai pembiayaan khusus untuk sektor perumahan.

KUR itu dari dulu ada, tapi nggak pernah ada KUR Perumahan. Jadi, Presiden Prabowo menciptakan KUR yang pertama dan yang serapannya paling tinggi

Imbas permintaan tinggi, pemerintah telah menaikkan plafon KUR Perumahan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun. Skema ini juga dapat dimanfaatkan oleh kontraktor, pengembang, dan toko bangunan yang termasuk kategori UMKM.

Arah pelaksanaan dan prospek ke depan

Menteri PKP menekankan bahwa program pemerintah harus menghasilkan manfaat nyata dan langsung dirasakan masyarakat. Ia meminta pelaksanaan KUR Perumahan diarahkan pada kebutuhan riil, bukan sekadar kegiatan administratif tanpa dampak.

Saya yakin akan menembus 100.000 di akhir tahun, karena sekarang sudah 86.000

Dengan plafon yang ditingkatkan dan cakupan UMKM yang luas, program ini diperkirakan akan terus menyerap anggaran dan memperluas akses perbaikan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait