Nasional

Pemerintah Targetkan Elektrifikasi 10.068 Lokasi di Seluruh Indonesia

Bagikan:
Peta Indonesia dengan penanda lokasi elektrifikasi dan ikon panel surya serta jaringan listrik

Pemerintah menargetkan elektrifikasi 10.068 lokasi untuk memperluas akses listrik masyarakat di seluruh Indonesia pada program yang dipaparkan 16 September 2026 di Jakarta Pusat. Program ini menyasar desa, dusun, wilayah pegunungan, dan pulau terpencil yang belum sepenuhnya menikmati layanan listrik.

Target dan cakupan program

Secara rinci, target elektrifikasi mencakup 8.561 desa, 2.295 kecamatan, 375 kabupaten/kota, dan 36 provinsi. Sasaran keseluruhan ditujukan untuk sekitar 770.000 rumah tangga yang tersebar di berbagai wilayah.

  • Jumlah lokasi target: 10.068 lokasi
  • Lokasi yang dilayani lewat jaringan existing: 5.466 lokasi
  • Lokasi membutuhkan pembangkit baru: 4.602 lokasi dengan total kapasitas sekitar 508 MW

Realisasi hingga Agustus 2026

Hingga Agustus 2026, realisasi program mencapai 1.516 lokasi atau sekitar 15 persen dari target. Pelaksanaan berjalan bertahap sesuai peta jalan listrik perdesaan periode 2025–2029.

Tahapan pelaksanaan

Menurut Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, tahapan dimulai dari penetapan dan verifikasi lokasi, dilanjutkan penyusunan perencanaan teknis, pengadaan, pembangunan, penyambungan, pengoperasian, serta pemeliharaan infrastruktur listrik.

Kepala Bakom RI menyatakan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui hadirnya akses listrik yang merata.

Strategi teknis: jaringan dan pembangkit

Pelaksanaannya disesuaikan kondisi lokasi. Untuk daerah yang bisa dijangkau jaringan PLN existing, elektrifikasi dilakukan melalui perluasan jaringan tersebut.

Untuk lokasi lebih terpencil yang belum terjangkau jaringan existing, pemerintah menyiapkan pembangkit skala kecil berbasis energi baru terbarukan (EBT) dengan sistem off-grid. Pilihan teknologi disesuaikan karakteristik geografis dan kebutuhan setempat.

Dampak yang diharapkan

Hadirnya listrik diharapkan meningkatkan produktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. Pemerataan akses listrik juga menjadi bagian dari upaya memperkecil kesenjangan antarwilayah.

Ke depan, realisasi bertahap hingga 2029 akan menentukan kecepatan pemenuhan target. Pemerintah menegaskan keberlanjutan operasi dan pemeliharaan infrastruktur sebagai kunci agar akses listrik yang baru tersambung dapat memberi manfaat jangka panjang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait