Nasional

Kementan Target Swasembada Protein Hewani untuk 190 Juta Warga

Bagikan:
Ilustrasi peternakan unggas dan ekspor ayam dari Indonesia

Kementerian Pertanian (Kementan)190 juta warga Indonesia. Pernyataan itu disampaikan di ICE BSD, Tangerang, Rabu 16 September 2026, bersamaan dengan laporan kenaikan ekspor ayam sebesar 33 persen dan telur 13 persen pada semester pertama 2026. Tujuan kebijakan ini adalah memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan akses pangan hewani bagi seluruh lapisan masyarakat.

Swasembada protein hewani: sasaran dan alasan

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menyatakan pasar domestik sangat besar sehingga upaya swasembada menjadi prioritas. Ia menekankan bahwa jumlah penduduk yang besar mendorong kebutuhan pangan hewani yang masif.

Negara kitakan penduduknya ya 100 berapa, 190-an juta, ya, jadi itu bukan jumlah yang sedikit dan setiap orang pasti membutuhkan pangan.

Kenaikan ekspor ayam dan telur

Menurut Makmun, ekspor produk unggas meningkat signifikan. Pada semester pertama 2026, ekspor ayam naik 33 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara itu, ekspor telur tumbuh sekitar 13 persen. Kenaikan ini terlihat dari bertambahnya volume, nilai, dan destinasi negara tujuan.

Tadi kita sudah buat angkanya, saya enggak hafal. Tapi kita naik sampai semester ini, itu kita naik di 2026 ini sudah 33 persen untuk ekspor ayam, sedangkan telurnya naik 13 persen,

Perluasan pasar ekspor

Kementan menyebut ada penambahan beberapa negara tujuan dalam dua hingga tiga bulan terakhir. Peningkatan pasar tidak hanya terjadi di Asia tetapi juga menuju Eropa dan negara Timur Tengah.

  • Singapura — ekspor telur dan live bird
  • Vietnam — bibit DOC
  • Timor Leste
  • Jepang
  • UAE dan Arab Saudi — sedang diprogres untuk memenuhi kebutuhan jemaah umrah dan haji

Dan 2-3 bulan terakhir ini kami nambah lima negara ya yang sedang kita progres ini. Baik negara di Asia maupun juga ada yang ke Eropa,

Adopsi teknologi lewat ILDEX 2026

Kementan mengemas dorongan modernisasi peternakan melalui pameran ILDEX 2026. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan yang ke-190. Makmun menyebut ILDEX sebagai wadah untuk melihat perkembangan teknologi peternakan global.

Kita hari ini pembukaan acara ILDEX dalam rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan yang ke-190, di ILDEX 2026. Ini yang ke-8 dan rangkaian kegiatan ini ya pameran untuk kita melihat bagaimana perkembangan kemajuan dunia peternakan dan kesehatan hewan,

Dampak bagi peternak dan konsumen

Makmun berharap adopsi teknologi dapat meningkatkan efisiensi produksi. Dengan efisiensi, diharapkan keuntungan peternak meningkat dan kesejahteraan pelaku usaha di sektor peternakan lebih baik. Di sisi konsumen, target swasembada diarahkan untuk menjamin ketersediaan pangan hewani yang mudah diakses dan terjangkau.

Upaya ini menunjukkan kombinasi kebijakan produksi domestik dan ekspansi pasar luar negeri. Ke depan, Kementan akan melanjutkan penguatan hilirisasi serta promosi teknologi untuk mendukung target swasembada dan memperluas pasar ekspor.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait