Elektrifikasi Dorong Ekonomi Desa, Omzet Warung dan Panen Naik
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menilai program elektrifikasi tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat perdesaan. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers Update Program Prioritas/PHTC dan percepatan penyediaan hunian layak bagi MBR di Jakarta Pusat, Rabu, 16 September 2026.
Dampak langsung pada usaha lokal
Menurut Qodari, kehadiran listrik memungkinkan warga membuka usaha lebih lama dan meningkatkan produktivitas. Aktivitas ekonomi di desa pun berkembang, meliputi usaha mikro seperti toko kelontong, rumah makan, dan koperasi.
"Dampak tersebut tercermin dari perkembangan kegiatan ekonomi desa. Antara lain, industri kecil dan mikro, seperti toko kelontong, rumah makan, koperasi, serta peningkatan aktivitas ketenagakerjaan,"
Contoh konkret: warung dan kelompok tani
Qodari menyebut contoh di Desa Noemuke, Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya, pemilik warung kelontong hanya memperoleh sekitar Rp300.000 per bulan. Setelah mendapatkan listrik, mereka membuka usaha es batu dan minuman dingin dengan omzet mencapai Rp1.000.000 per bulan.
Contoh lain datang dari Kelompok Tani Kala Lili di Tomohon, Sulawesi Utara. Dengan pencahayaan dan dukungan listrik untuk proses pertanian, omzet panen naik dari Rp5 juta menjadi Rp15 juta per bulan. Peningkatan ini bahkan membantu kelompok tani menembus pasar ekspor ke Singapura.
"Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa listrik dapat menjadi pemicu aktivitas ekonomi baru di tingkat masyarakat," ucap Qodari.
Target program dan realisasi
Program elektrifikasi dirancang menjangkau ribuan lokasi di seluruh Indonesia. Target dan capaian hingga Agustus 2026 tercantum sebagai berikut:
| Indikator | Target | Realisasi (Agustus 2026) |
|---|---|---|
| Lokasi | 10.068 | 1.516 (15%) |
| Rumah tangga | ~770.000 | - |
| Desa | 8.561 | - |
| Kecamatan | 2.295 | - |
| Kabupaten/kota | 375 | - |
| Anggaran | Rp61,6 triliun dari APBN | |
Prasyarat untuk memperkuat dampak
Qodari menegaskan manfaat ekonomis elektrifikasi akan lebih terasa jika diiringi infrastruktur penunjang. Dukungan yang diperlukan antara lain:
- Akses pasar yang lebih baik
- Jalan dan transportasi yang memadai
- Lembaga keuangan untuk modal usaha
- Infrastruktur telekomunikasi untuk akses informasi
Pelaksanaan program akan berjalan bertahap sesuai peta jalan listrik perdesaan periode 2025–2029. Dengan target menjangkau ribuan lokasi, pemerintah berharap listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
LRT Jakarta: Bukti Indonesia Mampu Kelola Aglomerasi Besar
Presiden Prabowo meresmikan LRT rute Kelapa Gading–Manggarai dan menyebutnya bukti Indonesia mampu mengelola...
BGN Pastikan Regulasi MBG Diterapkan sampai Tingkat Pelayanan
BGN menegaskan regulasi Program Makan Bergizi Gratis harus diterapkan konsisten hingga tingkat layanan untuk...
BAZNAS-LPAI Galang Sedekah untuk Anak Rentan
BAZNAS dan LPAI mulai galang sedekah sejak 16 Sept 2026 untuk mendukung 15 kategori AMPK melalui jaringan di...
Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah dan DPRD untuk Launching ASRI
Presiden Prabowo akan mengumpulkan kepala daerah dan DPRD untuk meluncurkan gerakan Indonesia ASRI agar kota...
Kemenhub Kerahkan KN Grantin Cari Penumpang KMP Virgo Transport
Kemenhub mengerahkan KN Grantin dan KN Kunyit untuk mencari penumpang KMP Virgo Transport; 108 selamat, 6 me...
YLKI Minta Posko Pengaduan untuk Konsumen Beras Fortifikasi
YLKI mendorong pemerintah membuka posko pengaduan untuk konsumen beras fortifikasi yang merasa dirugikan aki...