Nasional

Kementan Negosiasikan Ekspor Karkas Ayam ke Arab Saudi

Bagikan:
Karkas ayam siap olah untuk ekspor dan konsumsi jemaah umrah dan haji

Kementerian Pertanian (Kementan) sedang menegosiasikan ekspor karkas ayam ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jemaah umrah dan haji. Pembicaraan berlangsung menjelang rencana pengiriman pada tahun depan dan masih menunggu kepastian soal pemrosesan karkas. Negosiasi ini diharapkan meningkatkan nilai tambah produk unggas Indonesia.

Status negosiasi dengan Arab Saudi

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, mengatakan pembicaraan teknis masih berlangsung. Salah satu poin utama adalah persetujuan pemrosesan dan standar yang berlaku di Arab Saudi.

"Kemarin yang sudah processing dari pihak Saudi Arabia tidak ada masalah,"

Makmun menyampaikan hal ini saat berbicara di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Rabu 16 September 2026. Ia menegaskan bahwa bentuk ekspor yang diajukan adalah karkas ayam.

Proses marinasi dan pengolahan di Indonesia

Menurut Makmun, proses marinasi karkas akan dilakukan di Indonesia sebelum pengiriman. Setelah dimarinasi, karkas baru dikirim agar siap diolah menjadi lauk untuk jemaah.

"Mudah-mudahan tahun depan ini sudah bisa masuklah, sehingga bisa meningkatkan nilai tambah kita,"

Proses marinasi meliputi perendaman bumbu dan pengolahan awal agar produk sesuai selera konsumen Indonesia di luar negeri.

Dampak pada pelayanan jemaah umrah dan haji

Kementan menilai ketersediaan karkas ayam bercita rasa Indonesia dapat memperbaiki asupan gizi jemaah. Selama ini beberapa jemaah mengalami berkurangnya nafsu makan karena masakan tidak sesuai selera.

"Jadi bukan karena makanannya yang tidak enak, tapi tidak ketemu antara lidah kita dengan rasa masakan yang disediakan,"

Dengan menghadirkan pilihan daging yang lebih familier, diharapkan nafsu makan jemaah meningkat sehingga masalah kesehatan dapat berkurang.

Data capaian dan prospek ekspor

Kementan sebelumnya menyatakan target swasembada protein hewan bagi 190 juta masyarakat Indonesia. Di sisi lain, ekspor ayam pada semester pertama 2026 tercatat naik sebesar 33 persen.

Kementan berharap pembukaan pasar Arab Saudi akan menambah pasar ekspor dan meningkatkan nilai tambah produk peternakan nasional.

Negosiasi teknis masih harus tuntas, termasuk kesepakatan pemrosesan dan standar mutu, sebelum pengiriman massal dimulai tahun depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait