IHSG Dibuka Menguat 0,28% Usai Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Kamis, 17 September 2026, berada di level 6.455,03 atau naik 18,17 poin (0,28%) dari penutupan sebelumnya. Meski demikian, analis memperingatkan adanya risiko pelemahan setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan.
Pembukaan dan sentimen pasar
Pembukaan yang positif didorong optimisme awal pelaku pasar. Namun sentimen berubah setelah keputusan kebijakan moneter di AS yang meningkatkan ketidakpastian global.
Dampak kenaikan suku bunga The Fed
The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, sehingga kini berada pada kisaran 3,75 20 20hingga 204,00%. Keputusan itu diambil dalam rapat Federal Open Market Committee dan disetujui seluruh anggota komite.
"The Fed juga mengatakan, pengetatan lebih lanjut kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat. Langkah itu untuk mendorong penurunan inflasi yang lebih cepat,"
— dikutip oleh Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengutip pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh.
Warsh juga menyatakan ekonomi AS menguat sejak pertemuan terakhir, namun tren inflasi hanya menunjukkan perbaikan terbatas.
Proyeksi BNI Sekuritas
BNI Sekuritas memperingatkan bahwa IHSG masih berisiko melemah seiring respons pasar terhadap kenaikan suku bunga. Menurut BNI, pergerakan indeks berpotensi sideways dengan kecenderungan turun.
"Hari ini IHSG berpotensi 'sideways' cenderung melemah seiring dengan kenaikan suku bunga The Fed,"
— Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas.
Perkiraan level teknikal yang disampaikan adalah support 6.350-6.400 dan resistansi 6.500-6.540.
Pergerakan investor asing dan sektor saham
Pelepasan asing tercatat signifikan pada penutupan sebelumnya dengan nilai bersih jual sekitar Rp592 miliar. Saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain:
- BMRI
- BUMI
- BBCA
- ADRO
- ITMG
Respons pasar global
Pasar saham AS melemah setelah pengumuman The Fed: Dow Jones turun 1,21%, S&P 500 turun 0,44%, dan Nasdaq turun 0,01%. Sementara itu, mayoritas bursa Asia justru menguat pada penutupan Rabu.
- Nikkei 225 naik 0,7%
- Hang Seng bertambah 0,2%
- KOSPI melesat 1,4%
Pasar Asia sempat menunggu keputusan The Fed sebelum ditutup, sehingga respons bervariasi. Pelaku pasar kini juga mencermati keputusan Bank of Japan (BOJ) yang dijadwalkan Jumat mendatang.
Fanny menambahkan bahwa pelaku pasar akan berhati-hati menjelang pertemuan BOJ, yang diperkirakan bisa memperpanjang tren suku bunga tinggi global.
Risiko dan prospek
Kombinasi kenaikan suku bunga di AS dan potensi penyesuaian kebijakan bank sentral lain dapat menahan laju kenaikan IHSG dalam jangka pendek. Investor disarankan mengikuti perkembangan kebijakan moneter global dan memantau aliran modal asing.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
SP PLN dan YBM PLN Bangun 25 Hunian Bencana di Flores
SP PLN dan YBM PLN membangun 25 hunian bencana di lima dusun Flores, juga menyalurkan pangan dan air bersih,...
KAI Services Perkuat Posisi sebagai Penyedia Layanan Terintegrasi
KAI Services memperkuat peran sebagai penyedia layanan terintegrasi KA, mengelola cleaning, security, parkir...
KAI Services Perkuat Talenta Muda UNY Lewat Workshop Bimbingan Karier
KAI Services menggelar workshop bimbingan karier di UNY pada 15 September 2026 untuk memperkuat kesiapan mah...
SMEC Prime Pluit Resmi Dibuka, Perkuat Layanan Mata di Jakarta Utara
SMEC Prime Pluit resmi dibuka di Pluit, Jakarta Utara, memperluas layanan kesehatan mata dengan fokus deteks...
Kemenkeu Soroti Insentif dan Kredit Karbon untuk Transisi Hijau
Kemenkeu mendorong insentif industri prioritas dan pemanfaatan kredit karbon untuk mempercepat transisi ekon...
DPR Soroti Anggaran Alat Kesehatan TBC 2027 Dianggarkan Nol
DPR soroti alokasi alat kesehatan TBC 2027 yang dianggarkan nol dan penurunan total anggaran TBC dari Rp5,19...