Pengamat: Gerakan Pangan Murah Perlu Dibarengi Penguatan Produksi
I Gusti Wayan Murjana Yasa, pengamat ekonomi, kependudukan, dan ketenagakerjaan, menilai Gerakan Pangan Murah hanya solusi jangka pendek untuk menjaga daya beli. Ia mengingatkan pemerintah harus memperkuat sektor produksi, distribusi, dan peningkatan pendapatan masyarakat untuk solusi berkelanjutan, Selasa, 28 Juli 2026 di Jakarta.
Gerakan Pangan Murah: solusi sementara
Menurut Murjana, program pangan murah efektif meredam gejolak harga dalam jangka pendek. Namun, ia menekankan bahwa langkah tersebut tidak cukup jika tidak disertai perbaikan pada proses produksi dan distribusi.
"Tetapi yang paling penting sebenarnya adalah dari sisi lini produksi, kita lebih siap melakukan pemetaan kebutuhan kita berapa. Efektivitas di sisi distribusi dan juga di bagian kanan masyarakat, daya belinya mesti naik, pendapatannya mesti naik,"
Tekanan daya beli dan faktor kenaikan harga
Murjana menjelaskan daya beli masyarakat masih tertekan beberapa bulan terakhir, terutama di Bali. Ia menyebut kenaikan harga biasanya terjadi menjelang hari raya keagamaan dan dipengaruhi faktor musiman serta cuaca.
Beberapa komoditas yang disebut rentan mengalami fluktuasi adalah cabai yang sangat tergantung cuaca, serta bawang merah yang sempat naik sebelum kembali ke tingkat normal.
Perkuat produksi, UMKM, dan distribusi antardaerah
Untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga, Murjana mengusulkan penguatan di beberapa bidang:
- Produksi: pemetaan kebutuhan dan peningkatan kapasitas produksi lokal.
- UMKM dan koperasi: penguatan agar mampu menyerap dan memproses hasil produksi.
- Distribusi: kerja sama antardaerah agar aliran barang sampai ke konsumen tanpa hambatan.
- Peningkatan pendapatan: langkah untuk menaikkan daya beli masyarakat.
"Kerjasama antarwilayah, dan kemudian kita mengajak mitra-mitra kerja kita untuk bersama-sama menanggulangi. Bagaimana agar daya beli masyarakat yang terkan tidak terus-menerus seperti itu,"
Implikasi kebijakan dan harapan ke depan
Murjana berharap pemerintah memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga ketersediaan produk, memperlancar distribusi, dan mendorong kenaikan pendapatan rumah tangga. Ia menegaskan bahwa ketiga aspek tersebut harus berjalan seiring agar program pangan murah tidak hanya menjadi solusi sementara.
Dengan perbaikan produksi dan distribusi serta dukungan pada UMKM dan koperasi, stabilitas pasokan kebutuhan pokok dinilai lebih mungkin tercapai dalam jangka panjang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BMKG: Sulawesi Selatan Siaga 28 Juli, Cuaca Membaik 29 Juli
BMKG keluarkan peringatan cuaca 28-29 Juli 2026: Sulsel Siaga pada 28 Juli; kondisi membaik 29 Juli dengan 1...
KPAI: Anak Korban Amuk Massa di Bali Butuh Perlindungan Psikologis
KPAI meminta perlindungan psikologis, pendidikan, dan perlindungan identitas untuk anak korban amuk massa di...
Kemenhub Kawal Pemulangan Dua Awak MT Belma Korban Serangan Misil
Kemenhub mengawal pemulangan dua awak MT Belma yang terkena serangan misil di Selat Hormuz; kedatangan terca...
Kemkomdigi Selaraskan Standar Tanda Tangan Digital
Kemkomdigi menyelaraskan standar sertifikasi elektronik dan tanda tangan digital dengan standar internasiona...
Pemerintah Percepat Izin Edar BPOM untuk UMK Pangan
Pemerintah luncurkan SAPA SEMESTA untuk percepat penerbitan NIE BPOM bagi UMK pangan olahan, memperluas lega...
KLH Perkuat Kolaborasi untuk Pulihkan Sungai
KLH memperkuat perlindungan dan pemulihan sungai lewat kolaborasi lintas sektor di Konferensi Sungai Se-Indo...