Wamen PPPA: Peran Perempuan Kunci Solusi Lingkungan
Jakarta, 22 Mei 2026 — Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menegaskan perempuan memegang peran penting dalam solusi lingkungan berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan pada Raksha Loka Fest 2026 bertajuk Jaga Alam Jaga Hidup di Jakarta. Veronica meminta negara membuka akses agar perempuan menjadi pengambil keputusan, bukan sekadar penerima manfaat.
Perempuan sebagai aktor lingkungan
Veronica menggarisbawahi kontribusi perempuan yang selama ini berlangsung dari tingkat rumah tangga hingga sektor ekonomi. Ia menyebut peran tersebut sering tidak terlihat, sehingga butuh pengakuan dan ruang kebijakan yang jelas. Menurutnya, keterlibatan perempuan akan memperkaya solusi lingkungan dengan perspektif jangka panjang.
Perempuan sudah menjaga lingkungan dari rumah hingga sektor ekonomi tanpa banyak disadari. Negara harus memberi akses agar perempuan menjadi pengambil keputusan, bukan hanya penerima manfaat.
Dampak krisis iklim pada kelompok rentan
Deputy Resident Representative UNDP Indonesia Sujala Pant menyoroti ketidaksetaraan dampak krisis iklim. Ia menyatakan perempuan dan kelompok rentan menanggung beban lebih berat, namun sekaligus memiliki kapasitas sebagai agen perubahan yang tangguh.
Kelompok rentan menghadapi dampak paling berat dari krisis iklim, tetapi juga agen perubahan tangguh. Pendekatan inklusif penting agar solusi lingkungan adil dan berkelanjutan.
Peran program komunitas dan partisipasi perempuan
Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia Sidi Rana Menggala menegaskan program berbasis komunitas mengandalkan perempuan sebagai aktor utama. Ia menyebut perempuan memiliki kepedulian tinggi terhadap keluarga dan lingkungan, sehingga menjadi mitra strategis dalam perencanaan lokal.
Perempuan selalu dilibatkan karena memiliki visi jangka panjang dalam menjaga lingkungan. Kami memastikan mereka terlibat dalam setiap proses sebagai bagian solusi berkelanjutan.
Program ini mendorong partisipasi aktif perempuan dalam perencanaan pembangunan desa dan pengambilan kebijakan di tingkat lokal. Pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan keputusan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan komunitas.
Implikasi kebijakan dan langkah ke depan
Para pembicara sepakat bahwa penguatan peran perempuan memerlukan kebijakan inklusif dan kolaborasi lintas sektor. Dukungan negara dan lembaga donor, serta pelibatan komunitas, dinilai krusial untuk menjembatani kesenjangan akses dan pengambilan keputusan.
Dengan langkah terintegrasi, keterlibatan perempuan dapat mempercepat transisi menuju solusi lingkungan yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kakorlantas Minta Jajaran Siap Hadapi Bonus Demografi dan Teknologi
Kakorlantas Irjen Pol Wibowo minta kesiapan jajaran Korlantas hadapi bonus demografi dan kemajuan teknologi...
Menbud: Revitalisasi Monumen Pancasila Sakti Harus Berbasis Fakta
Menbud Fadli Zon mendorong revitalisasi Monumen Pancasila Sakti agar menjadi ruang edukasi berbasis fakta, d...
Tiga Polisi Gugur di Kalteng, Komisi III: Jangan Beri Ruang Bandar Narkoba
Komisi III DPR minta pengusutan tuntas dan penguatan aparat setelah tiga polisi tewas dalam operasi gerebek...
Kakorlantas Pimpin Sertijab Pejabat Utama Korlantas, Tekankan Kekompakan
Kakorlantas Irjen Pol Wibowo pimpin sertijab pejabat utama Korlantas di NTMC Jakarta, 7 Juli 2026; ia tekank...
Alarm: Anak Indonesia Konsumsi 4,17 Miliar Rokok per Tahun
DPR: anak Indonesia konsumsi 4,17 miliar batang rokok per tahun; desak penegakan PP Nomor 28 Tahun 2024 dan...
Korupsi Batu Bara PLTU Naik ke Penyidikan, Kerugian Diperkirakan Rp5 Triliun
Bareskrim tingkatkan kasus dugaan korupsi pengadaan batu bara PLTU ke penyidikan; dugaan TPPU dan kerugian s...