Perbaikan Jalan Perintis Kemerdekaan Galang Dimulai, Galian C Ilegal Ditutup
DELl SERDANG — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan perbaikan Jalan Perintis Kemerdekaan di Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, akan segera dilaksanakan. Pernyataan itu disampaikan saat meninjau kondisi ruas jalan pada Kamis (25/6). Pemerintah provinsi juga berencana menutup aktivitas galian C ilegal yang dianggap sebagai penyebab utama kerusakan dan gangguan lalu lintas.
Penegasan terhadap aktivitas tambang ilegal dan pengaturan tonase
Gubernur menjelaskan keluhan warga terkait intensitas truk bertonase besar yang melintasi jalan berkapasitas terbatas. Ia menegaskan pihak berwenang akan menutup operasi tambang ilegal dan memerintahkan pelaku untuk mengurus perizinan resmi bila ingin beroperasi.
"Tadi saya mendengarkan langsung dari warga, banyak mobil bertonase besar lewat sini. Kita pastikan ditutup. Kita minta mereka mengurus izin," kata Bobby.
Jika pengusaha tambang mengurus izin, pemerintah provinsi akan menyiapkan akses jalan khusus agar kendaraan angkutan tambang tidak lagi melewati jalur yang dipakai masyarakat. Saat ini, jalan di Kecamatan Galang hanya mampu menahan beban 8 ton.
Alokasi anggaran dan kontraktor pelaksana
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan struktur jalan provinsi yang berdekatan. Rinciannya meliputi:
- Rp17 miliar lebih untuk peningkatan ruas Lubuk Pakam–Tanah Abang sepanjang 3 km, pekerjaan oleh PT Rapi Arjasa.
- Rp14 miliar lebih untuk peningkatan ruas Tanah Abang–Galang hingga perbatasan Kabupaten Serdang Bedagai sepanjang 2,05 km, dilaksanakan oleh CV Cipta Karya Nusantara.
Pemprov menyatakan proyek tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta memperlancar mobilitas dan distribusi hasil pertanian.
Koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pengawasan publik
Bobby meminta Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan segera memperbaiki ruas jalan yang menjadi kewenangan kabupaten. Pemprov siap memberikan dukungan anggaran untuk pekerjaan tersebut.
"Bapak Bupati silakan lakukan perbaikan, kami siap memberikan dukungan dana," ujarnya.
Gubernur juga mengajak warga untuk mengawal proses pembangunan. Ia mendorong pelaporan jika menemukan masalah selama pelaksanaan proyek, termasuk melalui tag di media sosialnya.
Kisah warga: debu, banjir, dan dampak ekonomi
Warga Galang, Juli, menyampaikan bahwa dampak aktivitas truk bukan hanya merusak jalan, tetapi juga menimbulkan debu dan banjir yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan usaha warga.
"Pak Bobby, setiap hari kami menghirup debu karena mobil truk melintas mulai subuh hingga tengah malam. Kalau hujan kawasan ini sering banjir. Banyak usaha masyarakat juga terdampak karena debu yang beterbangan," kata Juli.
Ia berharap perbaikan jalan disertai penguatan drainase dan pengawasan tonase agar kerusakan tidak cepat kembali terjadi.
Perbaikan jalan di Galang akan dilakukan bertahap dengan pengawasan publik dan dukungan anggaran provinsi untuk meningkatkan keselamatan dan kegiatan ekonomi warga setempat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Sergai FC Menang 4-1 atas Tebing Syahbandar di Roadshow 2026
Sergai FC unggul 4-1 atas Tebing Syahbandar FC di Roadshow Sepakbola 2026 di Tanah Besih, Jumat (26/7), untu...
Bupati Simalungun Rujuk Warga Sakit ke RSUD Perdagangan
Bupati Simalungun menjenguk dan merujuk Darmawati (69) ke RSUD Perdagangan; administrasi dan BPJS difasilita...
Pelantikan 43 Pejabat Pemkab Labusel, Bupati Tekankan Tanggung Jawab
Sebanyak 43 pejabat Pemkab Labuhanbatu Selatan dilantik di Kotapinang. Bupati minta jabatan dijalankan disip...
DHD 45 Sumut Bentuk Kepengurusan di 33 Kabupaten/Kota
Letjen (Purn) Muhammad Hasyim mengumumkan rencana pembentukan kepengurusan DHD 45 di 33 kabupaten/kota Sumut...
Universitas Murni Teguh Resmikan Fakultas Kedokteran, Kuota 50 Mahasiswa
Universitas Murni Teguh meresmikan Fakultas Kedokteran pada 26 Juni 2026, mendapat izin ministerial dan memb...
111 KK Terima Dana Tunggu Hunian di Aceh Tenggara
111 KK di Aceh Tenggara menerima Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta per KK; total 292 KK dijadwalkan, 53 KK masih...