Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar
Kota Jantho, Aceh Besar — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menggelar Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam pada Kamis (25/6) di Kompleks Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya. Kegiatan ini diadakan untuk memperingati Hari Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah dan bertujuan melestarikan kuliner serta tradisi lokal Aceh.
Peserta dan pelaksanaan lomba
Lomba diikuti 34 tim yang terdiri dari TP PKK kecamatan, organisasi perangkat daerah, dan organisasi kemasyarakatan Islam BKMT Aceh Besar. Perlombaan dimulai sejak pagi dan menampilkan proses pengolahan Bubur Asyura dan Teut Apam dengan teknik tradisional.
Panitia menilai setiap tim berdasarkan cita rasa, kerapihan penyajian, dan ketaatan pada resep tradisional. Selain penjurian formal, hasil masakan dibagikan kepada masyarakat yang menghadiri acara sebagai bentuk kebersamaan dan semangat berbagi pada peringatan Hari Asyura.
Pesan pelestarian budaya
Ketua TP PKK Kecamatan Peukan Bada, Suryanti, mengatakan kegiatan ini penting untuk memperkenalkan kembali warisan kuliner kepada generasi muda. Menurutnya, lomba menjadi wadah edukasi sekaligus sarana menjaga kearifan lokal agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini kita dapat memperkenalkan kembali tradisi Bubur Asyura dan Teut Apam kepada generasi muda. Tradisi ini merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Suryanti berharap acara serupa diselenggarakan setiap tahun dengan partisipasi yang lebih luas dan suasana yang semakin meriah. Harapan ini sejalan dengan upaya memperkuat identitas budaya masyarakat Aceh melalui praktik kuliner turun-temurun.
Dampak sosial dan kebersamaan
Selain aspek budaya, pembagian masakan kepada warga menunjukkan nilai sosial kegiatan ini. Pembagian makanan memperkuat rasa solidaritas antarwarga dan menghidupkan tradisi berbagi pada momentum keagamaan.
Para peserta terlihat antusias dan saling bertukar resep serta teknik memasak. Acara ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga forum pertukaran pengetahuan antar komunitas lokal, OPD, dan organisasi kemasyarakatan.
Dengan keterlibatan 34 tim dan dukungan komunitas, Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar menjadi upaya nyata pelestarian budaya sekaligus penguatan ikatan sosial. Kegiatan ini diharapkan berlanjut setiap tahun dan semakin memperkenalkan tradisi Aceh kepada generasi penerus.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kapolres Pematangsiantar Pimpin Sertijab Kapolsek Siantar Utara
AKBP Sah Udur Togi pimpin serah terima jabatan Kapolsek Siantar Utara dari AKP Jahrona Sinaga ke Iptu Nana S...
Vonis Berbeda dan Evakuasi Bupati: Tiga Peristiwa di Medan-Deliserdang
Tiga peristiwa terjadi 25 Juni: vonis berbeda kasus suap JLKAMB, evakuasi Bupati Asri Ludin saat demo, dan k...
Kuasa Hukum: Dakwaan Korupsi Bansos Samosir Cacat Hukum
Kuasa hukum Fitri Agust Karokaro menilai surat dakwaan kasus penyaluran bansos Samosir 2024 cacat hukum dan...
PTPN I Tanam 300 Bibit Pohon di Deliserdang untuk Hari Bumi
PTPN I Regional 1 dan Forkopimcam Tanjungmorawa menanam 300 bibit pohon di Deliserdang pada 25 Juni untuk Ha...
Wali Kota Tinjau Galeri Dekranasda di MPP Medan, Dorong UMKM Lokal
Wali Kota Medan tinjau Galeri Dekranasda di MPP pada 25 Juni untuk memastikan persiapan peluncuran dan mendo...
Medan Luncurkan Sistem Pembayaran Digital untuk Pasar Tradisional
Pemkot Medan meluncurkan sistem pembayaran digital di Pasar Petisah untuk meningkatkan transparansi, profesi...