Penyesuaian Harga BBM Dinilai Jaga Neraca Perdagangan
Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai dapat membantu menjaga neraca perdagangan dan memperkuat ketahanan fiskal. Pernyataan ini disampaikan oleh Sandri Rumanama, Founder Kontra Narasi, dalam keterangan tertulis pada Jumat, 12 Juni 2026. Menurutnya, kebijakan tersebut juga bertujuan menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika geoekonomi global.
Dampak fiskal dan tekanan pada APBN
Sandri menilai penyesuaian harga BBM memberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah. Dengan penerapan subsidi tepat sasaran, beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperkirakan dapat ditekan sehingga anggaran menjadi lebih efisien.
"Gak apa-apa harga BBM naik, asal subsidi BBM tepat sasaran. Ada penghematan APBN, IHSG menguat, dan kurs rupiah juga menguat," kata Sandri.
Pengurangan subsidi yang tidak tepat sasaran memberi pemerintah fleksibilitas untuk mengalokasikan anggaran pada program sosial dan investasi infrastruktur.
Pengaruh pada nilai tukar dan inflasi
Bagi Sandri, pengurangan beban subsidi berpotensi memperkuat nilai tukar rupiah. Rupiah yang lebih kuat dapat menekan biaya impor bahan baku, sehingga meredam tekanan inflasi dari produk impor.
Dalam skenario tersebut, daya beli masyarakat secara riil bisa meningkat karena laju kenaikan harga barang impor menjadi lebih rendah. Dampak lain yang diharapkan adalah meningkatnya kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional.
Kondisi agar kebijakan efektif
Meski mendukung penyesuaian harga, Sandri menekankan pentingnya mekanisme pengawasan dan penyaluran subsidi. Tanpa pengawasan ketat, manfaat fiskal sulit dirasakan oleh kelompok yang paling membutuhkan.
"Saya bukan penjilat pemerintah, tetapi saya tidak ingin pasar saham terus tertekan dan nilai tukar rupiah terus melemah. Dalam kondisi tertentu, langkah penyesuaian harga BBM bisa menjadi pilihan yang tepat," ujar Sandri.
Ia menyarankan langkah-langkah pelengkap seperti identifikasi penerima subsidi, digitalisasi penyaluran, dan program perlindungan bagi kelompok rentan agar tujuan stabilitas ekonomi beriringan dengan keadilan sosial.
Prospek dan konteks lebih luas
Penyesuaian harga BBM muncul sebagai salah satu opsi kebijakan di tengah tantangan ekonomi global. Efektivitasnya bergantung pada desain subsidi, komunikasi publik, dan pengawasan pelaksanaan. Jika dikelola baik, kebijakan ini dapat memperkuat neraca perdagangan dan ketahanan fiskal jangka panjang.
Berita Terkait
ADHI Karya dan Kementerian Pekerjaan Umum Perkuat Konstruksi Berkelanjutan
ADHI Karya gelar seminar 4 Juni 2026 di Jakarta untuk perkuat komitmen konstruksi berkelanjutan dan dekarbon...
OLIV Ganti Pengendali, Ekspansi ke Drone dan Kendaraan Listrik
OLIV ganti pengendali, PT Olive Power Invest pegang 61,91% dan Perseroan siap ekspansi ke drone, kendaraan l...
JAM Coin Diluncurkan, Dukung Ekonomi Desa dan Aset Digital
JAM Coin diluncurkan di Serang, Banten, untuk integrasikan blockchain dengan ekonomi desa melalui token util...
JAM Coin Diluncurkan, Targetkan Ekonomi Desa dan Aset Digital
JAM Coin diluncurkan 10 Juni 2026 di Serang; token ini dirancang sebagai alat transaksi dan mendukung pember...
Syngenta Luncurkan MIRAVIS Duo untuk Perkuat Karawang sebagai Lumbung Padi
Syngenta meluncurkan MIRAVIS Duo di Karawang (9 Juni 2026) untuk lindungi padi, tingkatkan produktivitas, da...
Rupiah Kembali Menguat, Bertahan di Bawah Rp18.000
Rupiah menguat pada pembukaan 12 Juni 2026, bertahan di bawah Rp18.000 per dolar AS didorong ekspektasi dama...