Politik

Ony Setiawan Inisiasi Penguatan UMKM dan Koperasi di Soko

Bagikan:
Ony Setiawan berbicara pada sosialisasi penguatan UMKM dan koperasi di Kecamatan Soko, Tuban

TUBAN – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan, menginisiasi program penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi di Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Minggu (16/8/2026). Kegiatan bertujuan memperkuat struktur ekonomi kerakyatan hingga tingkat desa dan mendorong UMKM lokal naik kelas.

Konsolidasi koperasi sebagai jalan keluar

Acara sosialisasi dihadiri pelaku usaha mikro, kader partai, dan narasumber teknis. Ony menekankan perlunya konsolidasi pelaku usaha kecil melalui wadah koperasi sebagai strategi kolektif untuk memperkuat daya tawar.

"Berbicara UMKM, saya teringat pesan Bung Karno tentang kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam budaya. Berusaha sendiri itu berat, maka solusinya adalah berkumpul membentuk koperasi. Kita yang kecil-kecil ini harus bersatu supaya kuat,"

Ony juga menegaskan peran pemerintah provinsi untuk mendukung inisiatif yang memberi manfaat langsung hingga level desa, meski pembinaan teknis UMKM menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

Lima fokus pengembangan produk UMKM

Pemateri teknis Abu Kholifah, S.T., memaparkan lima poin utama agar produk UMKM siap bersaing di pasar modern dan ekosistem digital. Kelima fokus tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas, akses pasar, dan kepatuhan regulasi.

  • Pemodalan: memfasilitasi akses pembiayaan yang ramah bagi usaha mikro.
  • Peningkatan SDM: pelatihan ekonomi kreatif untuk mengasah keahlian teknis pelaku usaha.
  • Standarisasi Kemasan: pembuatan packaging menarik dan higienis untuk daya saing pasar.
  • Legalitas Usaha: pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin P-IRT melalui Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) PDI Perjuangan Tuban.
  • Uji Ketahanan Pangan: penjaminan mutu dan keamanan konsumsi khusus produk makanan olahan.

Abu menekankan bahwa digitalisasi proses bisnis dan pendampingan perizinan merupakan instrumen penting untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah.

Contoh usaha lokal sebagai inspirasi

Sebagai contoh keberhasilan, acara menampilkan pelaku usaha muda berusia 25 tahun dari Kecamatan Soko yang sukses memproduksi bawang goreng, serta usaha furnitur "Mebel Jarwo". Kedua usaha ini dipaparkan sebagai bukti bahwa pendampingan dan akses pasar dapat mendorong kemandirian pemuda setempat.

Langkah lanjutan dan harapan

Pihak penyelenggara berharap konsolidasi berbasis UMKM dan koperasi terus meluas lewat pendampingan berkelanjutan di tiap desa. Program ini dirancang agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat dan menjadi pilar penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Tuban.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait