Novita Hardini Dorong UMKM Trenggalek Penuhi SNI untuk Bersaing
Trenggalek — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini, mendorong pelaku UMKM di Trenggalek meningkatkan daya saing produk dengan memenuhi SNI. Dorongan itu disampaikan saat sosialisasi standardisasi dan penilaian kesesuaian yang berlangsung Minggu (16/8/2026) dan diikuti sekitar 100 pelaku usaha dari berbagai kecamatan.
SNI sebagai 'jaket pengaman' bagi UMKM
Novita menegaskan bahwa standardisasi bukan sekadar label, melainkan alat untuk memastikan kualitas produk dan memperluas akses pasar. Ia mengatakan pelaku usaha harus melihat standar sebagai bentuk perlindungan konsumen sekaligus modal kepercayaan.
"Standarisasi ini penting karena setidaknya bentuk pengakuan bahwa produk yang dipasarkan sudah sesuai dengan standar nasional dalam berbagai hal. Mulai uji produk, kemasan dan lain sebagainya,"
Ia mendorong pelaku UMKM memanfaatkan kehadiran Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk memahami dan memenuhi standar sesuai jenis produk mereka. Dengan demikian, UMKM dapat meningkatkan posisi tawar di pasar yang lebih luas.
Data investasi dan peran UMKM
Novita menyoroti meningkatnya nilai investasi di Trenggalek sebagai momentum bagi penguatan pelaku usaha lokal. Menurutnya, pergerakan investasi harus dimanfaatkan agar pelaku UMKM tidak tertinggal dan ikut menikmati pertumbuhan ekonomi daerah.
| Tahun | Nilai Investasi (Rp) |
|---|---|
| 2019 | 9 miliar |
| 2020 | 31 miliar |
| 2025 | 500 miliar |
Pergerakan investasi ini, kata Novita, sebagian ditopang oleh aktivitas UMKM yang terus bergerak dan menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
"Dan satu yang harus dipahami, UMKM itu adalah salah satu penopang ekonomi daerah,"
Respons pelaku UMKM dan langkah selanjutnya
Sosialisasi mendapat sambutan positif. Para peserta memperoleh pemahaman tentang pentingnya standardisasi dan penilaian kesesuaian produk. Namun Novita mengingatkan bahwa pemahaman ini harus diikuti pendampingan agar UMKM benar-benar mampu memenuhi standar sesuai karakter produknya.
Menurutnya, edukasi tidak boleh berhenti pada sosialisasi. Pendampingan teknis dari BSN dan pemangku kepentingan diperlukan agar standar dapat dilaksanakan secara bertahap dan terjangkau bagi pelaku usaha kecil.
Dengan standar mutu yang lebih baik, UMKM diharapkan lebih percaya diri memperluas pasar, memperoleh kepercayaan konsumen, dan menikmati manfaat pertumbuhan ekonomi lokal. Penguatan ini, kata Novita, akan membuat UMKM bukan sekadar penjual tetapi pembuktian kualitas yang dipercaya pasar.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Budidaya Pisang Cavendish di Bringinan Jadi Model Pemberdayaan
Novita Hardini dorong budidaya pisang Cavendish di Bringinan, Ponorogo, jadi model pemberdayaan ekonomi desa...
Bupati Sumenep Kukuhkan Paskibraka 2026 di Pendopo Keraton
Bupati Sumenep mengukuhkan Paskibraka 2026 di Pendopo Agung Keraton, menekankan disiplin, integritas, dan se...
Tiga Wasit Perempuan Bertugas di Soekarno Cup 2026 Bangkalan
Tiga perangkat pertandingan perempuan bertugas pada laga Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bangkalan, memb...
Banteng Papua Tengah Menang 2-0 atas Sulawesi Selatan
Banteng Papua Tengah menang 2-0 atas Banteng Sulawesi Selatan di Gelora Bangkalan, 15 Agustus 2026; gol Melk...
PDI Perjuangan Buka Posko Bantu Korban Gempa Flores
PDI Perjuangan membuka posko dan sekretariat partai di Flores untuk menampung dan membantu korban gempa M7,7...
PDI Perjuangan Buka Posko dan Sekretariat Jadi Pengungsian Pasca Gempa Flores
PDI Perjuangan membuka posko dan sekretariat sebagai tempat pengungsian untuk korban gempa M7,7 di Flores, m...