Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Surabaya — Pemerintah Kota Surabaya dan DPRD menetapkan pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, serta perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai prioritas dalam pembahasan RAPBD 2027. Keputusan ini diambil pada rapat paripurna penyampaian Nota Keuangan RAPBD dan Raperda APBD Surabaya 2027, Senin, 28 September 2026, sebagai upaya menjaga pelayanan dasar di tengah tekanan fiskal global.
Anggaran dan porsi prioritas
RAPBD Surabaya 2027 merencanakan total anggaran sebesar Rp12,825 triliun. Alokasi untuk pendidikan dipatok sekitar Rp2,813 triliun atau 22,28 persen. Sementara anggaran untuk infrastruktur pelayanan publik direncanakan mencapai Rp6,226 triliun atau 49,31 persen.
Tekanan fiskal dan penentuan skala prioritas
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan keterbatasan fiskal tidak boleh mengorbankan layanan dasar. Ia meminta eksekutif dan legislatif duduk bersama untuk menghitung program yang harus didahulukan agar manfaat anggaran maksimal.
"Dalam kondisi penekanan fiskal, termasuk situasi di Timur Tengah dan kondisi global seperti sekarang, Surabaya tidak boleh mundur sama sekali,"
Eri menambahkan bahwa penentuan prioritas bukan berarti menghentikan program. Melainkan menyesuaikan pelaksanaan dengan kemampuan keuangan daerah.
Contoh Rutilahu dan alokasi bertahap
Salah satu contoh yang disorot adalah program perbaikan Rutilahu. Jika seluruh rumah yang membutuhkan ditangani sekaligus, estimasi kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp600 miliar. Karena itu, Pemkot akan menghitung skema bertahap agar pendidikan dan kesehatan tetap terjaga.
Sasaran bantuan dan administrasi kependudukan
Eri menekankan ketepatan sasaran penerima bantuan. Bantuan diprioritaskan bagi warga yang benar-benar tinggal dan menjalani kehidupan di Kota Surabaya, bukan hanya berdasarkan KTP.
"Yang kita berikan bantuan adalah warga yang benar-benar tinggal di Kota Surabaya,"
Pemkot juga akan menata administrasi kependudukan, termasuk Kartu Keluarga, agar tidak menghalangi hak pendidikan anak-anak yang tinggal di Surabaya.
Target makro dan arah pembangunan
Pemkot menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,84 persen untuk 2027. Target lain meliputi tingkat pengangguran terbuka 4,44 persen dan tingkat kemiskinan 3,07 persen. Arah pembangunan mengusung akselerasi pemerataan infrastruktur perkotaan dan infrastruktur ekonomi strategis yang berwawasan lingkungan.
Pembahasan bersama DPRD selanjutnya akan menentukan prioritas program secara terbuka, sehingga RAPBD 2027 mencerminkan kemampuan fiskal daerah dan tetap memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Dewanti: Investasi di Malang Raya Jangan Korbankan Lingkungan
Dewanti Rumpoko minta investasi Malang Raya selaras dengan tata ruang, perlindungan lingkungan, dan infrastr...
Komisi E DPRD Jatim Studi Banding ke Jateng Sempurnakan Raperda
Komisi E DPRD Jatim studi banding ke Jawa Tengah (3/10/2026) untuk menyempurnakan Raperda keolahragaan dan k...
Mahasiswa Kunjungi DPRD Jember, Uji Informasi dan Pelajari Fungsi Legislasi
Mahasiswa dari berbagai kampus mengunjungi DPRD Jember (2/10/2026) untuk memverifikasi informasi dan mempela...
Magetan Dorong 'Satu Data Kebakaran' untuk Konsolidasi Data
Magetan mendorong pembentukan "Satu Data Kebakaran" untuk menyatukan angka dan menguatkan pencegahan setelah...
Kekeringan Kediri: 500 Warga Desa Surat Kekurangan Air
Sekitar 500 warga Desa Surat, Kediri, kesulitan air bersih; Pemkab kerahkan tandon dan dropping total 15.000...
Puan Atur Pertemuan Prabowo-Megawati Bersama PDIP-Gerindra
Puan Maharani mengatakan akan mengatur pertemuan Prabowo dan Megawati bersama jajaran PDIP dan Gerindra dala...