Politik

Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026

Bagikan:
Anak-anak pemain sepak bola sekolah dasar berlatih di Stadion Ahmad Yani Sumenep

SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akan menggelar turnamen sepak bola antar-Sekolah Dasar pada 1 Oktober 2026. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menggelorakan sepak bola di kalangan anak muda dan memetakan talenta lokal sejak usia dini.

Turnamen antar-SD digelar 1 Oktober 2026

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyatakan turnamen ditujukan bagi siswa di bawah 13 tahun sebagai bagian dari program pembinaan. Pelaksanaan pembukaan direncanakan berlangsung di Stadion Ahmad Yani dan akan menjadi titik awal rangkaian kegiatan olahraga sepanjang bulan Oktober.

"Kita punya turnamen antar-SD ini, tentu peruntukannya bagi siswa usia di bawah 13 tahun. Setelahnya, kita juga punya turnamen lain untuk kelompok usia di atasnya,"

Rangkaian kompetisi dan tujuan pembinaan

Fauzi menjelaskan turnamen antar-SD hanyalah bagian dari skema yang lebih luas. Pemerintah daerah menyiapkan kompetisi untuk kelompok usia di atasnya, termasuk U-17, sebagai upaya pembinaan berkelanjutan.

"Artinya, kita memang sedang fokus betul dalam pembinaan dunia olahraga bola di semua usia,"

Ia menambahkan, sebulan penuh akan difokuskan sebagai bulan sepak bola. Semua pemangku kepentingan, mulai guru olahraga, pemilik klub, hingga pengurus KONI dan Askab PSSI, akan mengevaluasi performa dan talenta pemain daerah.

"Semua insan bola, guru olahraga setiap jenjang sekolah, pemilik klub, pengurus KONI dan Askab PSSI akan duduk bersama di Stadion Ahmad Yani untuk melihat performa dan talenta pemain kita. Semua harus jadi bahan evaluasi untuk ke depannya,"

"Intinya, dengan gelaran turnamen di Bulan Oktober yakni antar-SD dan U-17, kami fokus pada penilaian pemain sepakbola putra daerah,"

Persiapan, peserta, dan format turnamen

Ketua panitia, Dedy Apri Wibowo, memastikan kesiapan penyelenggaraan sudah mencapai 100 persen. Tercatat ada 23 tim dari berbagai SD di Kabupaten Sumenep yang bakal berlaga.

"Alhamdulillah, kondisi lapangan siap, dan 23 tim juga siap berlaga. Kami dari Forum Komunikasi Guru PJOK SD siap menyemarakkan turnamen ini. Nanti skemanya akan kami gelar selama 3 hari. Mulai dari penyisihan grup, semifinal dan final,"

Panitia merencanakan penyelenggaraan selama 3 hari dengan fase penyisihan grup, semifinal, dan final. Format ini dipilih untuk memberi kesempatan maksimal pada setiap tim menampilkan kemampuan pemain muda.

Dampak dan prospek

Dengan agenda berjenjang mulai dari SD hingga U-17, Pemkab berharap terbentuk jalur pembinaan yang jelas. Evaluasi talenta lokal diharapkan menghasilkan bibit unggul yang siap berkompetisi di tingkat lebih tinggi.

Pelaksanaan turnamen pada 1 Oktober menjadi awal pengamatan talenta yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan perencanaan program pembinaan selanjutnya.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait