Ketua DPRD Malang: Jaga Jati Diri di Era Budaya Digital
Malang — Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, meminta masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak kehilangan jati diri bangsa di tengah derasnya arus budaya asing melalui ruang digital. Pernyataan itu disampaikan saat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Minggu (16/8/2026), sebagai pengingat pentingnya memperkuat nasionalisme dan memahami sejarah perjuangan.
Nasionalisme di Tengah Tantangan Digital
Amithya menilai perkembangan teknologi dan media sosial membawa tantangan baru. Berbagai budaya luar mudah masuk dan cepat menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda. Ia mendorong agar teknologi dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kebangsaan, bukan memperlemah identitas nasional.
"Kemerdekaan bukan soal ikut-ikutan tren luar. Semangatnya adalah menjaga jati diri bangsa dengan mengutamakan Merah Putih sebagai lambang persatuan,"
Menurutnya, simbol kebangsaan seperti pengibaran Merah Putih bukan sekadar ritual tahunan. Di baliknya ada sejarah panjang perjuangan yang harus diwariskan ke generasi berikutnya.
Pendidikan Sejarah dan Literasi Digital
Amithya menekankan pentingnya pendidikan sejarah sejak dini. Pemahaman terhadap perjalanan bangsa menjadi fondasi agar generasi muda menghargai arti kemerdekaan yang tidak didapatkan dengan mudah.
"Kalau anak-anak dibiasakan memahami bagaimana bangsa ini lahir, mereka akan lebih menghargai arti merdeka,"
Dia juga menyoroti kebutuhan literasi digital yang sejalan dengan literasi sejarah. Menurut Amithya, cakap teknologi saja tidak cukup; generasi muda harus memiliki pijakan nilai saat menyaring informasi dan budaya yang masuk.
Media Sosial sebagai Sarana Positif
Amithya mengajak anak muda menggunakan media sosial untuk menyebarkan konten positif tentang Indonesia, sejarah perjuangan, dan budaya lokal. Dengan cara itu, ruang digital bisa menjadi alat penguat identitas, bukan penghapusnya.
"Anak-anak muda bisa menggunakan media sosial untuk menyebarkan semangat nasionalisme, bukan sekadar mengikuti arus budaya asing,"
Ia mendorong kampanye digital yang mempromosikan nilai kebangsaan, serta dukungan dari institusi pendidikan dan komunitas kreatif.
Mempertahankan Tradisi Gotong Royong
Selain pendidikan dan pemanfaatan media sosial, Amithya mengingatkan pentingnya mempertahankan tradisi gotong royong. Kegiatan sederhana di lingkungan, seperti lomba 17-an, dinilai efektif menumbuhkan kebersamaan dan cinta tanah air.
"Kegiatan yang sederhana seperti lomba 17-an bisa jadi sarana efektif menumbuhkan rasa persatuan dan cinta tanah air,"
Penutup: Kemerdekaan dalam Perilaku Sehari-hari
Bagi Amithya, merawat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni setiap Agustus. Merdeka harus tercermin dalam tindakan sehari-hari: mengenal sejarah, menjaga persatuan, mencintai identitas bangsa, dan menggunakan teknologi untuk manfaat bersama.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Bawaslu Verifikasi Data SIPOL di Kantor DPC PDI Perjuangan Tuban
Bawaslu Kabupaten Tuban melakukan verifikasi data SIPOL di kantor DPC PDI Perjuangan Tuban untuk memastikan...
ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Solusi Antrean Pelabuhan Ketapang
ASDP dan Pemkab Banyuwangi bersepakat percepat peningkatan dermaga, perluasan buffer zone, dan kapal bantuan...
AirNav Bantu Kampung Seling: Turbin PLTMH & Fasilitas Dasar
AirNav dan Pemkab Banyuwangi serahkan turbin PLTMH, musala, ruang kelas, dan sanitasi untuk Kampung Seling p...
DPC PDI Perjuangan Kediri Gelar Tahlil 7 Hari untuk Guruh
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari untuk Guruh Soekarnoputra, menekankan pentin...
Pemkab Jember Atur Jam Operasional untuk Redam Konflik Pasar Tanjung
Pemkab Jember dan DPRD setujui pengaturan jam operasional Pasar Tanjung sementara menunggu revitalisasi dan...
Warga Surabaya Keluhkan Data Desil Tak Sesuai, DPRD Minta Pendataan
Warga Sukolilo mengeluh peringkat desil tak sesuai; DPRD minta RT/RW mendata warga untuk pendampingan pengaj...