Nasional

Menbud Fadli Zon Dorong Penguatan Museum hingga Tingkat Desa

Bagikan:
Menteri Kebudayaan Fadli Zon membahas penguatan museum di Museum Nasional

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong penguatan museum di seluruh tingkatan, dari pusat hingga desa, sebagai arah kebijakan kebudayaan nasional 2026. Pernyataan itu disampaikan saat peringatan Hari Museum Internasional di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Senin 18 Mei 2026. Pemerintah mencatat ada 516 museum di Indonesia per April 2026, dengan 373 museum atau 72,3 persen telah terregistrasi dalam nomor pendaftaran nasional.

Data registrasi dan standarisasi

Pemerintah juga mencatat kemajuan standarisasi. Saat ini 234 museum atau 45,3 persen telah tersertifikasi sebagai tipe A, B, atau C. Penguatan tidak hanya soal jumlah, tetapi juga mutu operasional dan dampak bagi masyarakat.

Sebanyak 234 museum atau 45,3 persen telah terstandar sebagai tipe A, tipe B, atau tipe C. Karena itu, agenda permuseuman Indonesia ke depan harus mencakup penguatan

Reinventarisasi koleksi dan penelitian asal-usul

Kementerian sedang melakukan reinventarisasi dan registrasi ulang koleksi museum. Langkah ini termasuk penataan koleksi di Museum Nasional Indonesia yang memiliki sekitar 194 ribu item. Tujuannya untuk mempermudah penelitian asal-usul koleksi atau provenance research dan membuka pemanfaatan koleksi yang lebih inovatif.

Perluasan museum hingga tingkat desa

Fadli Zon menyatakan jumlah 516 museum masih kecil dibandingkan potensi budaya nasional. Pemerintah mendorong pertumbuhan museum di provinsi, kabupaten, kota, bahkan desa. Peran museum swasta, korporasi, perguruan tinggi, dan komunitas dianggap penting untuk memperkuat ekosistem permuseuman.

Jadi, 516 itu termasuk kecil, kita ingin Indonesia ini punya ribuan museum. Baik itu museum di pusat, milik pemerintah pusat, atau provinsi, kabupaten, kota, bahkan sampai desa

Museum sebagai infrastruktur pengetahuan

Menbud menekankan museum harus berfungsi sebagai ruang pembelajaran publik yang terhubung dengan sekolah, universitas, akademisi, komunitas, dan masyarakat luas. Museum juga perlu relevan bagi generasi muda agar tidak sekadar menjadi tempat kunjungan pasif.

Tugas kita selanjutnya adalah memastikan generasi muda tidak berhenti sebagai pengunjung. Melainkan tumbuh sebagai peserta aktif

Kunjungan dan pameran Museum Nasional

Berdasarkan survei Museum dan Cagar Budaya 2025, lebih dari 70 persen pengunjung museum berusia di bawah 35 tahun. Kelompok usia 18 hingga 24 tahun menjadi yang terbesar, mencakup 37 persen pengunjung. Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, melaporkan jumlah pengunjung Museum Nasional mencapai 770 ribu orang pada 2025.

Untuk meningkatkan kunjungan, Museum Nasional menghadirkan dua pameran, Numismatik dan Pendar, dalam rangka HUT ke-428 Museum Nasional. Target pengunjung tahun ini dipasang di angka 800 ribu, dengan kebijakan harga tiket yang tetap normal.

Tahun ini targetnya 800 ribu, tahun lalu 770 ribu, mudah-mudahan tahun ini tercapai. Harga tiket tetap normal dan tidak naik karena tahun kemarin sudah naik

Penguatan museum yang dirancang pemerintah menyasar aspek registrasi, standarisasi, konservasi, tata kelola koleksi, dan digitalisasi. Langkah ini bertujuan menjadikan museum lebih representatif, penelitian lebih mudah, serta meningkatkan peran sosial dan edukatif di berbagai lapisan masyarakat.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!