Harkitnas 2026: F-PKS Ajak Perkuat Kedaulatan dan Persatuan
Ketua Fraksi PKS DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, mengajak seluruh elemen bangsa memanfaatkan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 sebagai momentum memperkuat persatuan dan kedaulatan Indonesia. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026, menjelang peringatan Harkitnas yang mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara".
Dorongan PKS untuk jaga tunas bangsa
Kharis menekankan bahwa semangat yang diwariskan lewat lahirnya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 harus terus dihidupkan. Ia menyebut peringatan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk mengonsolidasikan energi kolektif demi masa depan yang berdaulat.
"Tema Harkitnas tahun ini, 'Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara', mengandung pesan yang sangat mendalam. Masa depan Indonesia bergantung pada menjaga dan menyiapkan generasi penerus bangsa agar tumbuh dengan karakter, pendidikan, dan semangat cinta Indonesia,"
Menurut Kharis, fokus yang perlu diperkuat meliputi ketahanan pangan, kualitas pendidikan, stabilitas ekonomi, serta pembentukan karakter generasi muda. Ia menilai langkah-langkah praktis diperlukan agar nilai kebangkitan berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Relevansi semangat 1908 di tengah tantangan global
Kharis menilai nilai kebangkitan nasional tetap relevan di era sekarang. Di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi global, Indonesia membutuhkan kemandirian yang bertumpu pada kebersamaan rakyat.
"Kebangkitan bangsa tidak lahir dari ketergantungan kepada pihak lain. Tetapi, dari kekuatan rakyatnya sendiri yang bersatu dan memiliki tujuan bersama," ujar Kharis.
Ia menyerukan agar peringatan Harkitnas dijadikan momen konsolidasi untuk memperkuat gotong royong dan optimisme kolektif. Kharis mendesak pemerintah dan masyarakat bekerja bersama untuk membangun kapasitas di sektor-sektor strategis.
Presiden Prabowo ikut mengajak kelanjutan perjuangan
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, juga menyampaikan ucapan selamat Harkitnas 2026. Ucapan itu disampaikan usai ia memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dalam Rapat Paripurna DPR, Rabu, 20 Mei 2026.
"Selamat hari kebangkitan Nasional," kata Prabowo menutup pidatonya. "Mari kita lanjutkan perjuangan bapak bapak pendiri bangsa kita. Merdeka!"
Seruan Presiden menegaskan harapan agar berbagai elemen bangsa melanjutkan semangat pendiri negara. Gabungan ajakan dari legislatif dan eksekutif ini memperlihatkan upaya kolektif memperkuat identitas dan daya saing nasional.
Implikasi dan langkah ke depan
Peringatan Harkitnas 2026 membuka kesempatan merancang kebijakan yang lebih berfokus pada kedaulatan—dari ketahanan pangan hingga penguatan sumber daya manusia. Konsolidasi antar-pihak diharapkan menghasilkan program konkret yang memperkuat kemandirian nasional.
Dengan momentum ini, pemerintah, parlemen, dan masyarakat didorong untuk menerjemahkan semangat kebangkitan menjadi kebijakan dan aksi nyata demi masa depan Indonesia yang lebih berdaulat dan maju.
Berita Terkait
Magang Nasional Batch 4 2026: Syarat, Target 150.000, dan Gaji
Kemnaker menargetkan 150.000 peserta Magang Nasional Batch 4 2026; simak syarat pendaftaran dan daftar uang...
Cek Status KTP: Cara Mengetahui NIK Dipakai untuk Pinjol
Pelajari cara cek apakah NIK KTP Anda dipakai untuk pengajuan pinjol lewat SLIK OJK dan aplikasi pinjol lega...
Solusi Cek PIP 2026: Atasi 'Data Tidak Ditemukan'
Jika muncul 'data tidak ditemukan' saat cek PIP 2026, ikuti langkah verifikasi NISN/NIK, konfirmasi sekolah,...
Inkopontren Targetkan Lahirkan Santripreneur dari 42 Ribu Pesantren
Inkopontren menargetkan lahirnya santripreneur dari 42 ribu pesantren untuk memperkuat ekonomi nasional dan...
Ketum Inkopontren: Pesantren Berpeluang Lahirkan Tokoh Ekonomi
Marsudi Syuhud mendorong penguatan koperasi pesantren agar santri bisa menjadi pengusaha dan tokoh ekonomi n...
Densus 88 Gelar Rakernis, Fokus Tackling Radikalisme Digital pada Anak
Densus 88 gelar Rakernis 18–20 Mei 2026, fokus penanggulangan radikalisme digital yang menyasar anak dan rem...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!